Jumat, 30 April 2010

Jangan Tinggalkan Komentar Terpaksa!

Komentar BlogKomentar memang bagi sebagian besar blogger, tak terkecuali saya, masih menjadi suatu kebanggaan. Siapa yang tak bangga kalau sebuah blog pengunjungnya banyak, komentarnya juga banyak dan berkualitas semua. Karena sebuah blog populer salah satu parameternya bisa dilihat dari sini. Meskipun parameter ini sebenarnya tidak sepenuhnya bisa dijadikan patokan mutlak.

Mengapa tidak bisa dijadikan patokan mutlak? Salah satu sebabnya akan menjadi alasan saya untuk melakukan tindakan ini. Merubah kata-kata pada prolog isian komentar di blog ini. Mumpung komentar blog saya belum banyak, belum mencapai puluhan bahkan ratusan komentar (mimpi saya). Akhirnya saya putuskan untuk merubah dan memberi prolog kata-kata di bawah ini dalam kolom komentar blog saya:

"Silahkan tinggalkan komentar Anda jika artikel ini menurut Anda menarik atau dirasa perlu ada yang ditambahkan dan dikoreksi pada artikelnya. Jika tidak ada, Anda tak perlu sungkan dengan repot-repot meninggalkan komentar Anda. Terima kasih."



Mungkin Anda berpikir saya blogger yang aneh! Atau menganggap saya blogger sok jaim. Munafik! Mengapa prolognya saya rubah jadi bertentangan dengan keinginan umumnya seorang blogger? Bukankah rata-rata blogger banyak yang berharap agar pengunjung blognya agar mau meninggalkan komentarnya?

Saya tak perlu sebut contoh blognya yang mana. Atau Anda jadi merasa pekewuh dengan saya kalau kebetulan blog Anda ternyata seperti itu. Tidak ada yang salah dengan permintaan itu. Karena semua pasti ingin agar artikelnya ditanggapi pembacanya, sebab inilah ciri blog, ada interaksi di dalamnya, seperti ciri dari generasi Web 2.0 sekarang ini.

Lantas apa alasan saya membuat prolog seperti itu? Alasan saya sederhana. Dan alasan ini juga sama dengan mengapa sampai saat ini saya tak mau merubah blog saya menjadi blog Dofollow. Karena saya tak ingin ada keterpaksaan dan sesuatu yang dipaksakan karena alasan-alasan tertentu dalam pemberian komentar kepada blog saya. Saya tak ingin sahabat-sahabat saya merasa terpaksa berkomentar karena membalas saya yang sudah mengomentari blognya. Itu saja. Biarlah semua komentar berjalan mengalir seperti air yang Anda tuangkan ke gelas saya apa adanya, tanpa ada rasa sungkan, pekewuh, dan keterpaksaan atau tujuan implisit lainnya.

Dengan mengambil sikap seperti itu, harapan saya: Saya bisa evaluasi semua artikel-artikel saya. Mana Artikel yang menarik, mana yang tidak. Dan kedepan biar saya jadi tahu apa keinginan dan yang menarik dan lebih disukai pengunjung. Dan datanya bisa saling melengkapi serta menguatkan data statistik impression artikel blog yang saya pasang di blog ini.

Sekian unek-unek dari saya. Kalau Anda ingin mengeluarkan unek-unek juga, silahkan tinggalkan komentar Anda di bawah posting ini, terima kasih. He....He....He....




Bookmark and Share

25 komentar:

  1. Bisa aja sobat saya yang satu ini, saya jadi malu..:), tapi Mas jangan khawatir saya sama sekali gak terpaksa kok.

    Tadinya saya juga tidak akan mengomentari tulisan ini, tapi gatel rasanya apalagi judulnya terlihat jelas di blogroll saya, siapa yang gak penasaran?.

    BTW, saya jadi terinspirasi menulis tandingan tulisan Mas Joko ini, tunggu saja...(he...he..malu lagi).

    BalasHapus
  2. Saya bukan pemuja komentar, meskipun senang juga mengetahui tulisan saya dikomentari.

    Apakah kualitas sebuah blog dapat diukur dengan jumlah komentar? Jawabannya bisa iya bisa juga tidak!

    Kalo komentar yang diberikan relevan serta memberikan informasi tambahan pada tulisan, maka saya bisa menyebut blog tersebut bagus!

    Tapi kalo isi komentar sekadar ucapan-ucapan, "Thank's infonya"; "Pertamax"; "Izin download, gan!"; "Artikel menarik! salam kenal"; dan yang sejenisnya, saya kira kualitasnya tidak sebagus yang pertama! hehehe...

    BTW, komentar saya ini relevan tidak ya? Silahkan jangan sungkan2 menghapusnya jika dianggap tidak nyambung! Saya ikhlas kok. hehehe

    BalasHapus
  3. Yuda: Tandingannya malah tambah mantap. Saya malah nggak kepikir, kok ada pengunjung malu-malu seperti itu. Bisa jadi dengan membaca Prolog koomentar disini malah tambah takut. He...He...

    Anis Fahrunisa: Kalau saya hapus malah saya yang dianggap tidak nyambung, Mas Anis. Hi...Hi...

    BalasHapus
  4. Kalau setelah membaca postingan ini tidak meninggalkan komentar ya kebangetan toh...
    bukannya terpaksa harus comment tetapi patut di contoh bahwa pemilik blog ini memiliki integritas tinggi, tidak mau mendapatkan penilain dari sesama blogger karena keterpaksaan, akan tetapi memang nilai yang realistis bukan blogger karbitan. Terima kasih kunjungan perdanaku di Ruang Tamu dan kunjungan keduaku masuk lebih dalam lagi dapet wejangannya.

    BalasHapus
  5. saya inget dulu prolog komen di blognya Inez (duniaanakaneh) isinya "jgn SPAM apalagi anda bukan teman saya bla.. bla.. bla"
    sumpaahhhhh prolog itu mbuat saya takut ntuk komen..

    nahh... ini prolog sampeyan kyk begini, malah mbuat saya lbh sering terpaksa meninggalkan komen :p

    BalasHapus
  6. hah??? sekarang dimoderasiiii???
    jd komennya di audisi dulu yaaahhh???

    hasyahhhH!!!!

    saya jd takuuuuttt...
    takut komengnya nggak lulus audisi..
    :D :D :D

    BalasHapus
  7. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. He2. Iya terpaksa saya moderasi, Lis. Sudah tiga hari ini saya diberondong SPAM. Jadi terpaksa saya moderasi sementara waktu. Tapi tidak usah kuatir moderasi comment langsung link secara realtime ke BB-ku. Dalam hitungan menit bisa langsung saya approve.

    BalasHapus
  8. Ora di komentari yo ben,ngono ya mas, hihihi sing penting trafike apik, hehehe

    BalasHapus
  9. Wah, saya langsung ditembak sama Mas Lintang, nih! Kau tahu yang kumau.

    BalasHapus
  10. Beberapa artikel yang sudah saya baca diblog anda, semuanya menarik. Memancing pembaca tuk berkomentar, bahkan dari komentar para komentator yang saya baca diblog ini juga nambah pengetahuan saya yang masih sgt pemula dlm dunia ini.

    Kayaknya disini kumpulan para master?!

    BalasHapus
  11. Master? Kayaknya "Ya" kecuali saya.
    Dan salah satu master yang disebut Mas Yuda di postingannya juga ada di sini, meninggalkan komentarnya di posting ini. Hi2

    BalasHapus
  12. ak ngeblog smpe sekarang gk tw mas, apa itu do follow blog..
    jdi klo mw komeng y komeng aja...
    gk perlu pusing2 soal back link..
    wkwkw...

    BalasHapus
  13. Seharusnya ya memang begitu, Mas Fuad. Komentar alamiah aja, jangan ada yang dipaksakan atau memaksakan diri karena alasan tertentu (cari backlink)

    BalasHapus
  14. Hmm antara tersindir dan tidak ketika saya baca posting ini.

    Sebenarnya saya juga ingin sekali menuliskan prolog yang serupa pak, tapi buka di atas form komentar, namun di setiap komentar yang saya tinggalkan di blog2 yang saya kunjungi, seperti contohnya:

    ---
    Maaf, anda tak perlu berkunjung balik. Saya berkomentar karena ingin berkomentar, bukan mencari traffik kunjungan apalagi mencari backlink..

    Gitu pak.. Kira2 etis ga ya? :D

    BalasHapus
  15. He....He..... sindir menyindir itu kadang perlu, Mas agar ada dinamika, asal tak kebablasen saja menjadi perang dingin seperti yang pernah Mas Adi tulis dalam artikel Perang Dingin Antar Blogger.

    Kata-kata prolog saya ini jika orangnya jeli dan mau sedikit merenung, banyak makna tersirat secara implisit sengaja saya sodorkan buat para pengunjung blog saya. Dan Mas Adi sepertinya bisa menangkap makna implisit yang tersirat tersebut.

    Pendapat saya: Kayaknya, kata-kata itu tak ada yang salah, Mas. Coba aja!

    BalasHapus
  16. salam kenal pak..
    saya baru pertama kali berkunjung..
    dan sudah baca banyak artikel bapak...
    banyak dapet ilmu baru...
    saya juga kurang begitu suka sama acara...
    "tukeran link"tapi cuma buat nambah2in banyak2an temen doang..
    gak dikunjungin satu persatu..
    gak di maintain...
    niat kita tukeran link kan nambah teman..bukanya gaya-gayaan..
    sama halnya dengan coment...
    di coment atau gak yang penting nulis..
    dan melakukannya dengan hati..
    makasih ya buat artikel2nya..
    saya baca banyak.(^_^)
    keren..keren..keren..

    BalasHapus
  17. cara-blog.co.cc:
    Maaf, Mas saya belum bisa ber-Tukar Link dengan blog Anda.

    mylitleusagi:
    Setuju dengan Anda. Yang penting nulis, nulis dengan hati. Masalah dapat komentar atau tidak, anggap saja itu hanya sebuah atensi dan feedback dari pembaca. Salam kenal juga.

    BalasHapus
  18. Yo Olloh semua postingan yang saya pilih untuk dibaca benar-benar memuaskan dahaga saya

    terutama postingan yang ini

    menyenangkan sekali karena banyak orang berpendapat sama...

    saya pikir banyak yang berpikir banyaknya komentar menandakan postingan itu bagus ato blognya oke...

    kalo saya malah terkadang selesai bbuat postingan pengennya nggak ada yang baca... karena ada beberapa yang saya tulis untuk menumpahkan emosi saya...

    makasih infonya...

    BalasHapus
  19. Rohani Syawaliah:
    Sama-sama, Mbak. Tapi kali ini tidak terpaksa, kan meninggalkan komentarnya? :D

    BalasHapus
  20. Sesama para blogger mestinya memang harus saling silaturahmi dan salah satu caranya yakni dengan saling memberikan kometnta....
    salut buat para blogger di Indonesia.

    BalasHapus
  21. dan komentar ini bukan karena terpaksa...

    BalasHapus
  22. Rahmad: Bagus sekali artikelnya...mengingat banyak hubungan antar blog yg ga sehat dan saling sikut..terima kasih..sukses selalu

    BalasHapus
  23. saya setuju, komentar itu penting karena kita bisa mengetahui sejauh mana pendapat orang lain terhadap tulisan kita.. kita bisa menulis "nilai"terhadap tulisan orang lain.

    BalasHapus