twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Selasa, 01 Juni 2010

Pelajaran Buat Sang Pramugari

Pramugari ChinaDalam sebuah kesempatan training motivasi yang pernah saya ikuti awal tahun 2007 lalu di Jakarta, Krishnamurti pernah mengatakan pada kami agar jangan pernah memberikan senyum tak tulus kepada seorang pelanggan. Mengapa? Sebab senyum tak tulus atau palsu bisa terlihat di mata orang lain. Senyum tak tulus bisa ditangkap karena auranya terpancar berada di sekitar Anda. Begitu pesannya.

Sama seperti perkataan Krishnamurti, pesan moral dalam cerita dari email yang dikirim oleh seorang kawan saya ini juga hampir sama, ada baiknya Anda juga jangan memandang rendah orang dari penampilan luarnya saja tetapi harus tetap menghargai setiap orang dengan tulus apapun penampilannya. Tulisan curhat dari seorang Pramugari China ini saya nggak tahu apakah Anda sudah pernah membacanya atau belum. Jika misalnya belum, saya persilahkan Anda untuk membacanya! Semoga tulisan ini bisa menggugah hati Anda.

Pelajaran Buat Sang Pramugari

Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.

Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.

Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.

Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.

Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.

Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.

Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.
Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata seorang desa menjadi begitu berharga
.

Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.

Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian.
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya.
Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang
.

Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang modern, yang kaya raya, yang pejabat, yang pengusaha, yang sangat terhormat, yang sangat terpelajar, ternyata mereka banyak tingkah, cerewet, angkuh, senyum dan ucapan terimakasihnya hanya basa-basi belaka, penuh kepalsuan dan lain-lain,
tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua miskin yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih yg tulus, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya,
perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dengan tulus dan mensyukuri apa yang sudah kita dapat.
Sungguh luar biasa berharga pelajaran yg sudah saya terima………
.




Bookmark and Share

Sabtu, 29 Mei 2010

Melamar Blogger?

Melamar PekerjaanApakah Anda pernah mengalami namanya terima telpon salah sambung? Atau pernah menerima sebuah Email Spam? Meski saya bukan seorang dukun tapi kalau Anda adalah orang yang sibuk atau cukup aktif dengan ponsel dan email Anda, saya berani bertaruh rasanya hampir semua orang yang punya telpon dan email pernah mengalami kedua kejadian ini. Benar tidak? Nah, khusus kejadian yang saya saya alami ini adalah kombinasi dari keduanya. Sebuah Email Salah Sambung!

Anda tak percaya!? Ini sungguh-sunguh terjadi, lho. He....He.... Kalau Anda kebetulan orang Jogja dan sering baca harian KR, bukan hanya koran Kedaulatan Rakyat saja yang punya kolom Sungguh Sungguh Terjadi, tapi blog saya juga. Coba Anda baca email yang dikirim seseorang ini yang mencoba kirim lamaran pekerjaannya ke saya di bawah ini.

From: Hend**** R***o <rico_****@yahoo.com>
Date: Thu, 27 May 2010 12:50:41 +0800 (SGT)
To: <a***n@diptara.com>
Subject: Available Position

Dear Mr./Ms.

I am interested in the vacant position available in your company. My resume is enclosed for your review. Given my experience and excellent capabilities I would appreciate your consideration for this job opening.


I am a 26 years old single male native Indonesian, fluent in English and speak other languages in conversational level. I graduated from Universitas Tama Jagakarsa Jakarta, Majoring in Law Department. I am very interested to join with your company. In this occasion, I would like to apply for the position that suitable with my educational background. I am sure that I can do of value t o your company with my educational background and willingness to work hard in a challenging position.

I am a hard working person, have excellent communication skill, enjoy interacting with customer, easy to learn and adaptable, fast learner, positive mind attitude, have a high motivation, helpful, responsible, well organized and able to work as a part of team. I am able to operate computer software such as Ms.Office (Word, Excel, Power Point), and also with computer operating systems such as Windows. With courage and strong desire for progress, I am sure I can pass your recruitment program and give you my best working performance.

I would gladly welcome an opportunity to have an interview at your convenience, so we could discuss about my qualification further and in details. I hope that my qualification would be an advantage asset for your company.

I appreciate your taking the time to review my credentials and experience. Again, thank you for your consideration.


Sincerely,
Hend**** R***o

Hem, saya tak tahu email ini benar-benar memang ditujukan ke saya ataukah hanya sekedar email nyasar? Kalau salah memencet nomor telpon, sih wajar sehingga jadi salah sambung, tapi kalau salah mengetikkan alamat email apa, ya mungkin? Atau jangan-jangan karena lihat latar belakang profesi saya di halaman About Me sehingga coba-coba ngelamar pekerjaan ke saya? Gimana kalau menurut pendapat Anda?

Akh, saya, kok jadi malah banyak bertanya ke Anda. Terima kasih Anda sudah meluangkan waktu untuk membaca posting yang tak penting ini. Jika kebetulan yang kirim email ini juga ikutan baca posting ini, saya mohon maaf, diptara blog bukan sebuah korporasi yang membutuhkan karyawan tapi hanya sebuah blog pribadi yang dibuat oleh seorang karyawan juga. He.... He....

Pesan: Buat yang kirim email, saya sangat menghargai usaha Anda. Dan saya hanya bisa turut bantu mendoakan semoga Anda cepat dapat pekerjaan. Amin.




Bookmark and Share

Jumat, 28 Mei 2010

3 Alasan Mengapa Saya Harus Berhenti NgeBlog

Saat mendiang pelawak Basuki masih hidup dalam suatu kesempatan pernah mengatakan kalau main sinetron di Si Doel Anak Sekolahan sangat menyenangkan. Beda sekali dengan saat dia masih manggung melawak di Srimulat dulu, katanya. Di sinetron Si Doel semua crew filmnya saling support satu sama lain untuk menguatkan karakter masing-masing pemainnya. Ini berbeda seperti di Srimulat yang katanya masing-masing pelawak berusaha ingin tampil menonjolkan dirinya sendiri-sendiri, berusaha memikat hati para penontonnya. Itu tuturnya dalam sebuah kesempatan wawancara di sebuah stasiun televisi swasta yang masih saya ingat hingga sekarang.

Itu tentang cerita Basuki, lantas apa ada hubungan cerita Basuki tersebut dengan tulisan saya kali ini? Hubungannya ada karena di internet atau lebih spesifiknya dalam dunia blogosphere, Anda akui atau tidak, masing-masing blogger berusaha agar eksistensinya dilihat dan diakui oleh blogger lain seperti dalam cerita Basuki di Srimulat tersebut. Betul tidak?

Lupakan dulu cerita tentang Basuki sejenak, kali ini saya ingin bercerita tentang perkomentaran dan diskusi di dalam sebuah blog, yang entah kenapa akhir-akhir ini banyak sekali diulas para sahabat blogger di blognya. Kalau Anda menyebut tulisan ini sebagai ikut-ikutan, monggo saya tak menampiknya.

Namun jujur, saya tak berniat hendak ikut-ikutan tetapi gara-gara tulisan-tulisan tersebut saya jadi ingin menarik sebuah kesimpulan begini: Menjadi blogger ternyata tak mudah. Mengapa tak mudah? Tak mudah karena idealnya seorang blogger harus bisa memadukan dan menghindari 3 Alasan Mengapa Saya Harus Berhenti Ngeblog ini agar Anda bisa diterima, bisa memuaskan semua pihak, dan tentu yang terpenting tidak menyakiti hati blogger lain.

Apa saja ketiga alasan tersebut yang perlu dihindari oleh seorang blogger? Jawabnya, di dalam ngeblog setidaknya Anda pasti melakukan ketiga unsur ini: Menulis posting, membalas komentar dan blogwalking meninggalkan komentar di blog blogger lain. Berikut mari kita ulas dan diskusikan bersama satu persatu:

1. Menulis Artikel Yang Kurang Sejuk

Kegiatan utama dari ngeblog adalah menyampaikan pendapat dengan menulis artikel atau menyajikan content di blog. Difinisi apa itu artikel rasanya tak perlu saya jelaskan lagi. Karena jika Anda seorang blogger saya yakin pasti tahu apa itu artikel yang tentu saja menjadi inti dari content blog Anda.

Dalam sekolah-sekolah menulis sudah banyak diajarkan bagaimana cara menulis yang baik, menarik dan agar bisa enak dibaca oleh orang lain. Namun enak dan menarik saja belumlah cukup kalau tulisan Anda ternyata kurang sejuk dibaca oleh orang lain. Diskripsi tulisan kurang sejuk adalah yang berpotensi memancing kesalahpahaman atau perbedaan pendapat, menyinggung SARA dan menyindir bahkan menghujat pihak-pihak tertentu tanpa adanya sebuah alasan yang jelas dan logis. Ini satu hal yang harus Anda hindari yang pertama.

2. Kurang Menghargai Komentar Blog

Dalam sebuah blog yang dipenuhi banyak komentar dan kebetulan Anda adalah pemilik blognya, saya yakin semua paham kalau Anda tetap adalah tokoh sentral dalam tulisan di blog itu. Namun karena kesentralan ini banyak sekali saya menjumpai arogansi seorang blogger justru di unsur ini. Membalas komentar dengan kata-kata yang kurang sejuk dibaca oleh si komentatornya, berlaku seolah-olah dia sendiri orang yang paling pintar sedunia sehingga kurang menghargai pendapat para komentator atau semua pendapat orang lain selalu dianggap kurang benar. Kalau saya suka menyebut komentar yang jenis begini sebagai Komentar Sceptis. Ciri-cirinya Anda bisa baca pada tulisan saya pada artikel 3 Cara Elegan Memberikan Komentar Kritik Pada Blog.

Contoh lain, tak jarang saya juga menjumpai beberapa blogger yang belum apa-apa tapi sudah menjadi Blogger Sok Seleb dari cara dia menangani komentar ini. Yaitu tak menghargai komentar samasekali atau tidak membalas setiap komentar yang masuk tapi sangat rajin sekali menulis posting hampir setiap hari. Maaf, kecuali jika Anda sudah menobatkan diri sebagai seorang Blogger Seleb bisa saya kecualikan. Ini sikap kedua yang patut harus Anda hindari juga

3. Jangan Meninggalkan Komentar Asal dan Menggurui

Terus terang saya sering salah sangka terhadap blogger lain gara-gara cara dia meninggalkan komentarnya. Terutama pada tipe komentar yang hanya berupa beberapa patah kata atau kalimat pendek yang tak lebih dari satu SPO (subyek predikat obyek) saja. Saya tertipu karena setelah berkunjung ke blognya dan membaca artikel-artikel dia yang amat menarik ternyata dia samasekali tidak mencirikan sebagai seorang spammer ulung yang suka Komentar Asal demi meninggalkan backlink dan mencari trafik demi alasan uang.

Dan sebaliknya, saya juga sering menjumpai komentator yang komentarnya sangat panjang sampai lebih dari beberapa paragraf dalam setiap kali komentar di blog lain. Dan itu belum cukup, masih ditambah lagi dengan beberapa kali komentar lagi yang sampai lebih dari tiga kali yang tujuannya sama, untuk menyampaikan pendapatnya dia. Ini yang saya sebut paling mirip dengan cerita Basuki waktu melawak di Srimulat tadi. Saya justru melihat sebuah keinginan yang arogan ingin mendominasi diskusi atau menggurui daripada sebuah lemparan pendapat diskusi kalau menjumpai komentator seperti itu. Sekali lagi, ini adalah sikap ketiga yang seharusnya juga Anda hindari.

Kesimpulannya: Ketiga sikap pada semua poin diatas inilah yang saya sebut kalau saja kompak kita bisa hindari dan selaraskan secara sinergi semuanya, saya yakin kecil kemungkinan Anda akan ditolak atau dimusuhi oleh blogger lain. Tapi jika tidak, maaf, terpaksa saya mengatakan: Anda cukup pantas untuk berhenti ngeblog sekarang daripada mengganggu ketentraman dan kenyamanan blogger lain.

Seperti prolog dalam cerita fiksi, tulisan ini tak bermaksud untuk menyindir siapa-siapa. Kalau lah ada yang merasa tersindir itu hanya secara kebetulan belaka. Karena sejatinya artikel ini saya tulis untuk saya tujukan buat diri saya sendiri. Tolong ingatkan saya jika saya ternyata masih melakukan ke-3 tindakan yang kurang patut tersebut diatas sehingga saya bisa membenahi diri saya agar lebih baik lagi, supaya saya tidak harus berpisah dengan Anda semua dengan berhenti ngeblog gara-gara menulis artikel ini. Salam blogger!




Bookmark and Share

Senin, 24 Mei 2010

Blog Narsis Versus Blog Bisnis, Pilih Mana?

Blog NarsisJika Anda adalah seorang blogger, atau mungkin seorang pebisnis online, saya ada sebuah pertanyaan: Pilih mana punya blog dengan Page Rank tinggi dan Alexa ramping terus blog Anda sering muncul di SERP (Search Engine Result Page) Google namun tidak selalu muncul di halaman pertama, ataukah punya blog dengan PR rendah dan Alexa gemuk tapi blog Anda seringkali muncul di 10 Besar Google atau halaman pertama dalam pencarian kata kunci yang Anda bidik?

Mungkin ada yang menjawab: Jawaban pertama yang saya pilih. Mengapa pertama, bukan kedua yang dipilih? Alasannya, coba saya tebak, karena setahu saya kalau Anda main PPC (Pay Per Click) lokal, bukankah semakin ramping Alexa blog Anda, berarti makin gede bayaran per kliknya? Atau kalau Anda bisnis jualan link atau main Paid Review, bukankah semakin tinggi Page Rank blog Anda dan makin ramping Alexanya semakin banyak yang beri job pasang link dan order review di blog Anda? Dan kalau saja Perfect Money masih membayar, tidak scam, bukankah semakin tinggi PR blog Anda semakin mahal bayaran yang akan Anda terima?

Alasan lain, bukankah kalau Page Rank tinggi dan Alexa rendah itu bisa buat gagah-gagahan dalam ngeblog alias bisa buat Narsis dengan memasang widgetnya di sidebar blog Anda? Ini loh blog saya terkenal di internet. Buktinya dapat apresiasi tinggi dari Google dan Alexa. He….He…..

Ehm, itulah faktanya di satu sisi. Tapi di sisi lain, salah seorang sahabat blogger saya, Mas Lintang, justru memilih dengan jawaban yang kedua. Yaitu tak terlalu peduli dengan yang namanya Page Rank dan Alexa, tapi yang penting webnya selalu muncul di halaman pertama pencarian Google. Itu saja. Alasannya, dia sering dapat banjir job Persewaan tenda justru bukan karena PR dan Alexa bagus, tapi gara-gara websitenya sering nongkrong di halaman pertama pencarian Google dengan kata kunci yang dia bidik. Bahkan saat ini dia dapat job besar pada event besar skala nasional bukan karena punya koneksi dengan penyelenggara eventnya tapi semua itu dia dapatkan hanya lewat internet, alias lewat Google. Hebat bukan?

Itulah kekuatan internet. Kehebatan search engine seperti Google. Bahkan Bob Julius Onggo dalam bukunya “Googlepreneur Kaya Lewat Google“ pernah menyebut Google membuat ikan kecil menjadi besar dan ikan besar tampak kecil. Artinya, jika sebuah blog atau website sering muncul di halaman pertama pencarian search engine Google maka web bisnis tersebut akan tampak besar di mata para calon pelanggan atau pencari informasi di internet. Tak peduli sebenarnya bisnis Anda adalah hanya bisnis kecil dalam kelas UKM, bukan sebuah korporasi besar. Dan sebaliknya, bisnis Anda akan nampak seperti perusahaan kecil bila website bisnis Anda tak pernah muncul di halaman pertama pencarian Google atau terbenam di urutan kesekian pencarian Google.

Makanya, tempo hari saya sempat heran juga saat menawarkan Voucher Gratis Google Adwords, kok sepi sekali peminatnya. Padahal cara termudah dan tercepat untuk mendatangkan banjir pengunjung yang tertarget ke blog kita adalah beriklan lewat Google Adwords. Karena efek dari pasang Google Adwords sama persis seperti main SEO yang bertujuan untuk membuat blog bisnis Anda bisa muncul di halaman pertama pencarian Google.

Jika blog bisnis Anda bermain dalam situasi Red Ocean, yaitu banyak kompetitor di dalamnya maka beriklan lewat Google Adwords adalah salah satu pilihan yang perlu Anda lakukan agar bisnis Anda bisa survive bersaing dengan para kompetitor lainnya di internet. Namun satu kekurangan dari Google Adwords yaitu tidak gratis, alias butuh modal yang tidak sedikit.

Sekarang mudah-mudahan pertanyaan judul artikel ini sudah terjawab. Pilih yang mana? Blog Narsis atau Blog Bisnis? Apalah artinya blog punya PR tinggi, Alexa ramping kalau earningnya rendah, tak banyak order. Kecuali kalau memang uang bukan tujuan Anda untuk ngeblog maka PR tinggi, Alexa ramping sangat mendukung jiwa Narsis ngeblog Anda. Bukankah begitu? Atau Anda punya tujuan lain dengan kondisi Page Rank dan Alexa blog Anda? Silahkan kalau mau sharing dengan saya.




Bookmark and Share