Senin, 24 Mei 2010

Blog Narsis Versus Blog Bisnis, Pilih Mana?

Blog NarsisJika Anda adalah seorang blogger, atau mungkin seorang pebisnis online, saya ada sebuah pertanyaan: Pilih mana punya blog dengan Page Rank tinggi dan Alexa ramping terus blog Anda sering muncul di SERP (Search Engine Result Page) Google namun tidak selalu muncul di halaman pertama, ataukah punya blog dengan PR rendah dan Alexa gemuk tapi blog Anda seringkali muncul di 10 Besar Google atau halaman pertama dalam pencarian kata kunci yang Anda bidik?

Mungkin ada yang menjawab: Jawaban pertama yang saya pilih. Mengapa pertama, bukan kedua yang dipilih? Alasannya, coba saya tebak, karena setahu saya kalau Anda main PPC (Pay Per Click) lokal, bukankah semakin ramping Alexa blog Anda, berarti makin gede bayaran per kliknya? Atau kalau Anda bisnis jualan link atau main Paid Review, bukankah semakin tinggi Page Rank blog Anda dan makin ramping Alexanya semakin banyak yang beri job pasang link dan order review di blog Anda? Dan kalau saja Perfect Money masih membayar, tidak scam, bukankah semakin tinggi PR blog Anda semakin mahal bayaran yang akan Anda terima?

Alasan lain, bukankah kalau Page Rank tinggi dan Alexa rendah itu bisa buat gagah-gagahan dalam ngeblog alias bisa buat Narsis dengan memasang widgetnya di sidebar blog Anda? Ini loh blog saya terkenal di internet. Buktinya dapat apresiasi tinggi dari Google dan Alexa. He….He…..

Ehm, itulah faktanya di satu sisi. Tapi di sisi lain, salah seorang sahabat blogger saya, Mas Lintang, justru memilih dengan jawaban yang kedua. Yaitu tak terlalu peduli dengan yang namanya Page Rank dan Alexa, tapi yang penting webnya selalu muncul di halaman pertama pencarian Google. Itu saja. Alasannya, dia sering dapat banjir job Persewaan tenda justru bukan karena PR dan Alexa bagus, tapi gara-gara websitenya sering nongkrong di halaman pertama pencarian Google dengan kata kunci yang dia bidik. Bahkan saat ini dia dapat job besar pada event besar skala nasional bukan karena punya koneksi dengan penyelenggara eventnya tapi semua itu dia dapatkan hanya lewat internet, alias lewat Google. Hebat bukan?

Itulah kekuatan internet. Kehebatan search engine seperti Google. Bahkan Bob Julius Onggo dalam bukunya “Googlepreneur Kaya Lewat Google“ pernah menyebut Google membuat ikan kecil menjadi besar dan ikan besar tampak kecil. Artinya, jika sebuah blog atau website sering muncul di halaman pertama pencarian search engine Google maka web bisnis tersebut akan tampak besar di mata para calon pelanggan atau pencari informasi di internet. Tak peduli sebenarnya bisnis Anda adalah hanya bisnis kecil dalam kelas UKM, bukan sebuah korporasi besar. Dan sebaliknya, bisnis Anda akan nampak seperti perusahaan kecil bila website bisnis Anda tak pernah muncul di halaman pertama pencarian Google atau terbenam di urutan kesekian pencarian Google.

Makanya, tempo hari saya sempat heran juga saat menawarkan Voucher Gratis Google Adwords, kok sepi sekali peminatnya. Padahal cara termudah dan tercepat untuk mendatangkan banjir pengunjung yang tertarget ke blog kita adalah beriklan lewat Google Adwords. Karena efek dari pasang Google Adwords sama persis seperti main SEO yang bertujuan untuk membuat blog bisnis Anda bisa muncul di halaman pertama pencarian Google.

Jika blog bisnis Anda bermain dalam situasi Red Ocean, yaitu banyak kompetitor di dalamnya maka beriklan lewat Google Adwords adalah salah satu pilihan yang perlu Anda lakukan agar bisnis Anda bisa survive bersaing dengan para kompetitor lainnya di internet. Namun satu kekurangan dari Google Adwords yaitu tidak gratis, alias butuh modal yang tidak sedikit.

Sekarang mudah-mudahan pertanyaan judul artikel ini sudah terjawab. Pilih yang mana? Blog Narsis atau Blog Bisnis? Apalah artinya blog punya PR tinggi, Alexa ramping kalau earningnya rendah, tak banyak order. Kecuali kalau memang uang bukan tujuan Anda untuk ngeblog maka PR tinggi, Alexa ramping sangat mendukung jiwa Narsis ngeblog Anda. Bukankah begitu? Atau Anda punya tujuan lain dengan kondisi Page Rank dan Alexa blog Anda? Silahkan kalau mau sharing dengan saya.




Bookmark and Share

21 komentar:

  1. Hahahaha sumpah,, membaca postingan di atas saya malah merasa tersindir sendiri (bisa dibilang merasa)memang blog saya termasuk yang no.1, sementara ini saya masih terfokus untuk tampilan blog (naluri seorang designer mungkin ych??), yang masih tetep berusaha tambil bagus (Ga tau kalau menurut yang lain jelek hehehe), Tapi masih amburadul di content, terus terang masih bingung menentukan niche blog misterxwebz ini, sementara sebenarnya saya ada dua blog yang bisa di bilang "Niche" beradsense semua, tapi belum ada mood untuk melanjutkan (masalah classic, posting bahasa inggris :D), mas boleh cek deh flash-maniac.blogspot.com, sama lyricsforsing.blogspot.com (sorry nitip link lagi :D). Dan sebenarnya saya lebih yakin bisa berpenghasilan lewat dua blog tersebut.
    Mungkin pake istilah, lagi seneng-senengnya ngeblog, jadi masih belum begitu memikirkan hasil dari ngeblog (tapi tetep ga munafik harus dapat ganti dari semua ini), Thanks mas sharenya,
    Sorry crewet banget komentnya...
    Sukses untuk Diptara.com

    BalasHapus
  2. Terimakasih mas Djoko atas doanya "banjir order", Saya msh awam mslh ini,ada satu pertanyaan yg lama belum terjawab oleh saya, Apakah PR dan Alexa bagus menjamin masuk halaman atau No.1 pada search engine google ?. Sya berusaha merubah Logika ttg SEO bukan Ilmu Pasti,tanpa ranking PR/Alexa bisa bertengger di No dan Hal.1 Google, dgn trik yg sangat mudah.

    BalasHapus
  3. MisterXWebz: Merasa tersindir? Saya nggak sengaja untuk menyindir, lho Mas. Hi...Hi....

    Sebenarnya tulisan ini adalah sebuah sindiran buat saya sendiri sekaligus untuk instropeksi saya, Mas. Tenang saja.

    Lintang: PR dan Alexa saat ini sudah tidak berpengaruh terlalu significant dalam SERP Google, Mas. Yang berpengaruh besar selain usaha SEO adalah Niche kita berada dimana? Blue Ocean apa Red Ocean? Ini yang jadi faktor penentu utama sebuah blog bisa berhasil atau tidak muncul di 10 Besar Google.

    BalasHapus
  4. Salam saya pilih yang bisnis aja biar tambah kaya

    BalasHapus
  5. Sependek yang saya tahu, PR sangat tergantung pada backlink. Adapun Alexa berdasarkan pengunjung (trafik). Meskipun demikian, hitung-hitungan PR katanya masih misterius. Alexa ramping juga tidak menjamin banyaknya pengunjung, namun situs/blog yang memiliki Alexa dengan nilai puluhan juta bisa dipastikan memiliki trafik yang rendah. :)

    Apakah mungkin, situs/blog dengan PR rendah dan Alexa bunting muncul pada halaman pertama di SERP? Sangat mungkin! Terutama jika keyword yang ditarget memiliki saingan yang relatif kecil. Dari segi bisnis, ini pun dapat menguntugkan. Namun dari segi volume, berapa banyak orang yang mencari kata kunci tersebut per bulannya?

    Jika situs/blog kita nongkrong di halaman pertama SERP dengan kata kunci kompetitif dan volume tinggi, maka income yang didapatkan barangkali bisa berlipat ganda. :)

    Bagaimanapun, seneng juga kalo blog saya ber-PR 5 ke atas dan ber-Alexa 10.000 ke bawah. Karena narsisme bisa jadi modal hebat untuk terus ngeblog dalam jangka panjang. hehe...

    BalasHapus
  6. ah.. mbaca ini sama komen2 diatas saya malah pengen nangisss..
    :((
    sumpah saya nggak ngerti sm skali soal PR, ALEXA, dan teman2nya..

    saya koq pengen komen sok tau, malah takut keliatan tololnya... huaaaa...
    toloooongggg....

    saya ndak ada jawaban dong klo pertanyaan ini ditodongkan sama saya..
    wong saya ndak mudeng sama skali..
    :(

    *mulai cari privat soal per-internet-an

    BalasHapus
  7. Terus terang saya kesulitan untuk mengomentari tulisan ini, kenapa?, karena saya pikir mungkin akan terlalu panjang dan sebagai solusinya Insya Allah akan saya jawab melalui posting di blog saya.

    Sedikit pendapat saya :
    1. Semua situs/ blog berapapun PR-nya berapapun Alexa-nya kalau sudah di index bisa tampil pada halamam pertama SERP tetapi dengan kata kunci yang unik. Unik di sini belum tentu banyak yang menulis kata kunci tersebut alias keyword tersebut bukan sebuah NICHE. Contoh sederhana sebuah blog dengan URL : http://9999-jarang-mandi-123.com jelas akan tampil pada halaman pertama kalau si pencari menulis keyword "9999 jarang mandi 123" dengan syarat harus sudah di-index (maaf hanya sekedar contoh).
    2. PR tinggi belum tentu ada pada urutan pertama dengan kata kunci yang bernilai finansial (banyak dibutuhkan pembaca) dan belum tentu banyak pengunjung, tetapi kalau Alexa rendah hampir bisa dipastikan memiliki traffic pengunjung yang bagus.
    3. Kalau saya harus menjawab pertanyaan Mas Joko di atas, saya pilih Traffic yang bagus saja dengan ribuan atau jutaan pengunjung yang membaca blog saya setiap hari dengan berbagai keyword yang dicari orang, walaupun PR nol dan Alexa 20 Juta. TAPI....mungkin ga ya....?. Salah satu dari kedua indikator rank tersebut tidak bisa tidak pasti akan berubah yang dipengaruhi oleh banyak faktor.

    Maaf kepanjangan Mas Joko.

    BalasHapus
  8. Anis Fahrunisa: Narsisme bisa jadi modal hebat untuk terus ngeblog. Hem, betul Mas Anis, saya baru nyadar bukankah ini salah satu motivasi saya juga untuk terus ngeblog.

    Saya tak bisa ngelak lagi karena saya sudah pasang widgetnya gede banget di sidebar blog ini. Sulit mengelak kalau itu bukan Narsis namanya. He2

    Lisha Boneth: Nggak mudeng apa pura-pura gak ngerti Lis. Mending gak ngerti sehingga gak terlalu dipusingkan dengan PR dan Alexa.

    Yuda: Mas Yuda, yang masih belum saya mengerti benar kadang PR dan Alexa sering tak sejalan. Terus saya pernah membandingkan blog ini dengan blog lain, kok bisa ya blog saya mengalahkan alexa blog kawan tersebut padahal visitornya 2,5 kali lebih banyak dari blog ini. Selisih Alexanya cukup lumayan sampai 123 ribuan.

    Tapi secara umum benar, saya setuju khusus Alexa yang sangat berpengaruh adalah tinggi rendahnya traffic sebuah blog.

    BalasHapus
  9. Mawardi: Menjadi kaya adalah sebuah pilihan, Mas. Silahkan.

    BalasHapus
  10. Blog bisnis atau blog narsis?
    saya rasa say tidak memilih keduanya.
    kenapa tidak menggunakan konsep blog sendiri selain konsep tersebut?
    :)

    BalasHapus
  11. ArdianZzZ:
    Ini baru jawaban cerdas namanya.
    Hem, saat blog Anda migrasi saya lihat Anda sempat gelo karena PR blog Anda menjadi turun. Dari ini saya tahu secara eksplisit jawaban Anda cenderung kemana.

    BalasHapus
  12. Bukan blog narsis bukan jg blog bisnis, karena untuk yang terakhir memang masih minim ilmu untuk membangun blog berpenghasilan.

    Tujuan awal ngeblog jg hanya tuk menyalurkan hobi dan senang berbagi.

    BalasHapus
  13. kalau saya pilih blog narsis mas

    BalasHapus
  14. Mengutip filosofi mas Andaka, yaitu My Blog My Rules. Jadi apapun yg kita lakukan pada blog kita adalah hak dan kesewenangan kita sepenuhnya.

    Masalah apakah itu blog narsis atau blog bisnis, itu saya kira konsep yang akan terus terasah sejalan dengan 'My Rules' tadi.

    So, bila kita enjoy, siapa yg bisa mencegah? :)

    BalasHapus
  15. Saya sependapat sepenuhnya dengan Mas Darin.

    Pada dasarnya, blogger adalah raja dari blognya sendiri. Setiap blogger punya preferensi, audiens, serta karakter masing2. Jadi kenapa pula kegiatan blog harus diatur begini atau begitu? :)

    Memang selalu ada aturan2 standar dalam segala hal. Tapi siapakah yang berhak mengatur di dunia maya? KPI?

    Mungkin, selama blog kita tidak melanggar SARA, hak cipta, atau tata kesopanan yang berlaku di suatu masyarakat, siapaun bebas berkreasi dengan cara masing-masing.

    Let's blog our way! Not his way! Not her way! Not their way!. Piss semuanya!

    BalasHapus
  16. Amatullah. Syukur:
    Pertanyaan saya di artikel ini bukan seperti ilmu pasti, Mbak Amatullah jadi selalu saja ada jawaban diluar kotak. He2

    Gus Ikhwan:
    Terima kasih untuk jawaban Anda yang jujur, yang terang2an memilih Narsis. Apa ada yang salah dengan sifat Narsis? Bukankah sifat Narsis tetap dibutuhkan untuk memupuk rasa percaya diri kita? Narsis boleh asal dengan takaran yang pas dan tidak berlebihan.

    Darin:
    Sebenarnya pertanyaan saya ini adalah sebuah pertanyaan retoris. Tak dijawab pun tak apa karena saya yakin semua sudah pada tahu dan punya jawaban masing2. Yang jelas orang ngeblog pasti punya tujuan, apa pun itu tujuannya. Dan benar saya sependapat tujuan itu akan terus terasah sejalan dengan My rule masing2.

    Anis Fahrunisa:
    Meski saya bukan termasuk tipe orang yang suka semau gue tapi saya tak suka dikekang dengan terlalu banyak aturan yang bisa membelenggu kebebasan ngeblog kita, Mas Anis. Makanya saya heran kalau menjumpai blogger yang terlalu cerewet dengan aturan ini dan itu pada blognya. Biarlah kesempurnaan itu berjalan dan tercipta sebagai sebuah proses. Bukankah begitu, Mas Anis?

    BalasHapus
  17. Heheh.. boleh jadi secara alami saya adalah blogger narsis :)
    Memang pada saat pertama-tama ngeblog hal-hal seperti itu seperti menjadi tujuan dan motivasi. Tetapi seiring dengan tumbuhnya pemahaman dan kedewasaan dalam blogging, saya rasa nilai pr dan alexa dapat dinomorduakan. Meskipun keduanya adalah patokan penting yang digunakan oleh perusahaan yang ingin memasang iklan.
    tetapi saya rasa, kualitas blog/artikel lah yang harus dinomorsatukan :)

    BalasHapus
  18. dulu sempet kepikiran sih buat ngebisnisin blog
    tapi sekarang menjaring koneksi dan memperbagus tulisan dulu saja lah

    BalasHapus
  19. Saya sih bikin blog lebih kepada sharing. Mungkin cenderung narsis yah. Pagerank & Alexa ntar aja deh...

    Sebenernya, saya bikin blog gak maksud monetize juga sih. Yang penting sekarang fokus ke konten dulu.

    Btw nice post!

    BalasHapus
  20. Saya pikir, kita lebih realistis aja, narsis pun nantinya akan berujung ke monetize cepat atau lambat, mungkin saja waktu akan mendewasakan kita mengenai melihat PR/Alexa dari sudut pandang yang berbeda.

    BalasHapus
  21. ArdianZzZ:
    Kualitas artikel blog? Ya saya juga setuju itu, Mas.

    deadyrizky:
    Sebuah pilihan yang bijak, Mas Deady. Saya dukung pilihan Anda.

    Adhie/DesainQu:
    Ya, saya sempat berkunjung ke blog Anda. Dan saya amati begitu, isinya banya berupa sharing semua.

    Lintang:
    Biar waktu yang mendewasakan kita. Ya saya juga punya harapan yang sama seperti itu, Mas Lintang. Biar semuanya nanti berjalan sebagai sebuah proses.

    BalasHapus