Senin, 02 November 2009

Etika Berkirim Email

Etika Email
Berbicara tentang etika berkirim email, tentunya etikanya tidak jauh beda dengan berkirim surat biasa. Ada etika yang perlu kita patuhi agar tidak terjadi interpretasi pemahaman berbeda dan pergesekan dengan orang lain, terlebih kirim email di milis yang suratnya sampai dibaca oleh ratusan, bahkan beberapa milis malah sudah ada yang mencapai ribuan anggotanya.

Dalam posting saya kali ini saya mau sedikit sharing aja, berbagi pengalaman berkaitan dengan etika berkirim email ini. Beberapa hari yang lalu ada seorang kawan saya di milis ditegur oleh anggota milis lainnya berkenaan dengan etika berkirim emailnya yang dianggap kurang pantas atau kurang beretika. Berikut saya petik isi teguran email tersebut:

Sekedar tambahan, saya melihat email dari anda kadang tidak terfilter
di MUA, ternyata akibat To atau CC tidak terlihat ke milis *******.
Tidak etis mem-BCC ke milis, seakan2 milis ini jadi 'tembok
bertelinga'. Sebaiknya semua alamat publik diletakkan di To saja, jadi
semua tahu 'rekam jejak' forward anda. Demikian, tks.



Dan ini adalah kata-kata jawaban dari kawan saya yang terkena teguran tersebut:

Terima kasih Tuan Beretika Tertinggi Yang Mulia atas saran untuk beretika ria di milis ini.
Masuk dalam satu delik UU ITE yang belum direvisi atau tidak Tuan Beretika Tertinggi Yang Mulia?



Kelihatan sekali kan dari kata-katanya kawan saya tersebut sedikit dongkol diingatkan seperti itu. Hal yang mana inilah secara umum ciri orang kita, tidak legowo ditegur dalam sebuah forum karena ditegur atau diingatkan dianggap sebagai telah dipermalukan. Sedianya saya juga berminat untuk mau berkomentar dalam milis tersebut tapi saya urungkan niat saya daripada makin memperkeruh suasana, akhirnya saya tulis aja dalam blog ini. Mudah-mudahan salah satu kawan saya di milis ada yang mampir dan membaca posting ini.

Nah, terlepas saya cenderung membela kawan saya yang pertama (yang menegur), kebiasaan mem-BCC email kepada orang lain dengan kondisi seperti diatas sebaiknya dihindari. Karena kesannya kita seperti membisiki orang lain, tapi sisi lain menyembunyikan bisikan tersebut kepada orang tertentu. Belum paham, ya maksud saya? Maksudnya begini: Kalau kita berkirim email ke beberapa orang sekaligus, Contoh misal kita kirim email ke tiga orang teman sekaligus. Sebut saja orang ke-1 adalah Si A, Orang ke-2 adalah Si B dan Orang ke-3 adalah Si C. Dan berturut-turut Si A address emailnya anda taruh di To, kemudian Si B ditaruh di CC dan Si C anda taruh di BCC maka prakteknya dari sudut si penerima adalah Si A dan Si B masing-masing tahu kalau surat dari saya dikirimkan ke mereka berdua tapi tidak tahu kalau saya secara diam-diam dalam waktu bersamaan mengirimkannya juga ke Si C. Sementara Si C, dia tahu kalau email yang dia terima ternyata dikirim juga ke Si A dan Si B. Paham, kan sekarang maksud saya?

MemBCC seperti contoh pada milis diatas adalah kurang etis kalau menurut saya karena milis adalah email group yang dibaca ribuan orang anggotanya. Dan terlepas anda setuju atau tidak dengan pendapat saya. Kegemaran memBCC orang dengan jumlah banyak, tindakan itu bisa disejajarkan dengan cara Spammer email yang sering melakukan promosi di internet. Seorang Spammer kere. Maaf saya sebut kere karena kalau marketing profesional pasti akan menggunakan autoresponder yang lebih personal dan profesional, meskipun dikirim secara massal.

Sekarang, saya ingin bertanya kepada anda: Maukah anda disebut seorang Spammer? Tentu tidak bukan? Kalau jawabannya tidak, saya harap anda tidak mengulang kesalahan salah seorang kawan saya di milis tersebut.



Bookmark and Share

9 komentar:

  1. Heheh... sharing yg bagus...

    Saya jarang menggunakan milis sih...
    lebih suka beremail langsung ke orangnya... :D

    BalasHapus
  2. bener kata bandit,,,ga suka milis,,belibet,,cm meuh2in inbox...

    BalasHapus
  3. Bang Bandit dan Mbak Melandri, saya juga setuju dengan Anda disatu sisi, memang milis bikin ribet, juga bombardirnya karena setiap hari ada email baru masuk ke inbox apalagi kalau kita sudah ngaktifkan push email di ponsel. Bisa tiap menit kalau lagi seru2nya, alertnya menginterupsi waktu kita sepanjang hari.

    Tapi ada satu hal yang menarik mengikuti milis kalau menurut pendapat saya, hampir sama seperti ngeblog, ada edukasi yang kita dapat, kita bisa menimba ilmu kepada para Pakarnya tentang topik tertentu dan kita juga bisa turut berdiskusi disana. Hal yang mana agak sulit kita lakukan lewat ngeblog. Terutama yang bisa ketemu dan diskusi dengan para Pakarnya ini. Saya jadi tahu banyak hal lewat milis, dapat ide-ide segar untuk bahan tulisan di blog lewat milis dan masih banyak lagi.

    BalasHapus
  4. saya sih ikut beberapa milis, seperti BFL ada jg kerohanian..
    dan memang saya jarang kirim email ke milis itu, tp saya ndak pernah nganggep email dr milis itu sampah.. bahkan saya ndak mau hapus..
    krna saya ikut milis itu dengan sadar penuh dan ingin ikuti perkembangannya :D

    tentang etika dalam menulis email

    duuhhh... nulis email ajah pake etika :)) :)) pusiiiinggg..

    untungnya saya hampir ndak pernah CC ato BCC klo ngirim email..

    klo emang harus kebeberapa orang, di TO nya aja sekalian smua.. :D

    BalasHapus
  5. "duuhhh... nulis email ajah pake etika :)) :)) pusiiiinggg.."

    He...He.., kan masih ada obat sakit kepala, Non ngapain pusing dipelihara. Terus jadi ketularan aku sekarang, kok ikut2an nyebut Mas Untung sekarang. Hi...Hi....

    Siapa pun sebenarnya tidak ada yang seneng dikekang dengan banyak aturan dan etika ini dan itu. Tapi orang bijak bilang: Dalam setiap kebebasan kita ada kebebasan orang lain yang tidak boleh dilanggar makanya perlunya diciptakan aturan ini.

    Nah, kalau berbicara Etika, Etika itu adalah sopan santun. Kalau kita ingin dihargai orang lain atau tidak dikatakan sebagai orang yang tidak berbudaya makanya kita harus tahu dan punya Etika.

    Dan kasus yang saya ceritakan tersebut mungkin aja orangnya yang memang tidak tahu kalau mem-BCC di milis sebenarnya kurang etis dan maaf bisa disejajarkan dengan cara Spammer Kere dalam menjalankan bisnisnya di internet.

    BalasHapus
  6. saya setuju,bergaul di dunia maya pun perlu ada etika, itu bentuk sebuah penghargaan, dengan begitu orang yang bergaul dengan kita akan merasa dihargai dan sebaliknya dia pun akan menghargai kita juga, bukankah kita semua menginginkan hubungan yang saling menghargai.

    jadi jangan mentang-mentang karena di dunia maya, jadi kita bisa berlaku seenaknya.

    saya ikut gabung di beberapa milis, tapi tidak secara aktif karena tujuan saya gabung hanya untuk memudahkan saya menerima informasi yang saya butuhkan ^_^

    BalasHapus
  7. waaa... kebanyakan bergaul sama mas Untung mbikin saya ketularan :)) :)) hahahaha..

    iya deh, sblm ngirim email saya minum obat pusing dulu.. biar lbh ber-etika hehe :D :D

    sejauh ini sih... bahkan ngirim sms-pun saya selalu berhati2 dalam penulisan kata dan jg isi kata.. palagi emailllll..

    so, ternyata saya msh beretika koq
    *ngaku2 sebelum dituduh sm mas Untung klo saya ndak beretika :P

    BalasHapus
  8. Mas Heri, terima kasih da mampir ke blog saya. Benar, di dunia maya atau nyata sama saja, sopan santun ya tetap harus dijaga.

    Kalau Lisha, kamu dalam banyak hal kali ini banyak mirip dengan aku. Aku pun sama seperti kamu: Mau kirim sms, mau email, mau posting komentar, mesti baca dulu berulang-ulang min 2 kali baru aku sending. Karena bahasa non verbal (tulis) keliru sedikit saja efeknya bisa luar biasa. Makanya saya juga mesti hati-hati

    BalasHapus
  9. ah akhirnya kita sehati mas :D :D

    toss dulu dong :P

    *aduh.. nyepam nih

    BalasHapus