twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Rabu, 10 Maret 2010

Mudahnya daftar Paypal tapi makin sulit daftar di eBay

Paypal and eBayAnda belum punya account Paypal dan berniat ingin daftar di Paypal? Jika belum, sekarang daftar Paypal semakin mudah. Mengapa mudah? Karena bisa menggunakan bank lokal untuk verifikasi. Tidak perlu pakai kartu kredit atau VCC (Virtual Credit Card) seperti dulu lagi. Saya tidak akan bahas cara daftarnya gimana dalam posting ini. Jika Anda kebetulan belum punya account Paypal dan berniat daftar silahkan baca-baca petunjuknya di blog kawan saya Link Sukses dan download freeall. Atau bisa juga di blog Andaka com. Silahkan Anda kunjungi dan pilih cara yang paling gampang menurut Anda.

Kemudahan ini, selayaknya memang patut disambut gembira buat yang belum punya account Paypal dan berniat daftar karena dulu agak susah daftar Paypal kalau belum punya kartu kredit. Kalaupun punya jika kartu kreditnya diterbitkan oleh bank lokal juga sulit diterima. Mintanya kartu kredit VISA bank asing.

Namun satu yang menjadi ganjalan saya sekarang. Salah satu syarat untuk ikut lelang di eBay adalah harus punya account Paypal. Dan meski banyak pihak mengatakan Paypal aman, tapi eBay sekarang tetap menerapkan syarat berlapis untuk menghidari SCAM dari setiap usernya dengan harus Fax ID Card dan billing statement kartu kredit kita ke eBay lebih dulu baru bisa verified dan mengikuti lelang di eBay.

Berikut saya Quote screenshot dari eBay yang saya maksud, yang mensyaratkan agar kita nge-Fax dulu ID Card dan billing statement kartu kredit kita:


Attention!

Your account is currently suspended. Below you’ll find information on why and what to do next.
 
*Why did we suspend your account?
 
From experience we know that certain items and actions are more associated with fraudulent activity on eBay than others. As a precaution, we suspend an account if it gives us cause for concern. We then ask for more information before we reinstate the account.
 
An account suspension in these circumstances is covered in the eBay User Agreement under the heading "Abusing eBay". You can read the entire User Agreement here:

http://pages.ebay.com/help/policies/user-agreement.html

*Here's what you should do now:

Please send us all of the following information and we'll review your account:

1) A copy of your driver's license or other government-issued ID that shows your name and address.

2) A copy of a recent credit card statement, bank statement, or utility bill statement clearly showing your name and billing address.
 
Be sure to include on all documents the user ID and email address for the suspended account you're appealing. You can fax the information to:

US: 877-349-1798
INTL: 001 + 801-545-2700
eBay, Attention: eBay Suspension Appeals
 
*What happens next?
 
Please allow three days for us to review your account after we have received your documents. We'll then contact you via email. Your account will remain suspended until we receive and review these documents.
We appreciate your cooperation and look forward to your response so that we can resolve this matter as soon as possible.



Pertanyaan saya apakah ini berarti verifikasi online dengan memberikan account Paypal saja belum cukup di mata eBay? Bukankah dengan status Paypal sudah terverifikasi ini artinya kan alamat kita ada (tidak fiktif), bukan?
 
Hem, saya tidak tahu apakah ini ada hubungannya dengan karena sekarang begitu mudahnya orang buat account Paypal sehingga ini membuka peluang SCAM di eBay sehingga verifikasi alamat yang telah dibuat Paypal tetap dianggap kurang oleh eBay.




Bookmark and Share

Selasa, 09 Maret 2010

Antara Penipuan dan Pentingnya Asuransi

asuransi medicareMungkin Anda pernah mendengar modus penipuan seperti ini. Yaitu ada orang yang mengaku-ngaku dokter sebuah Rumah Sakit lewat telpon mengabarkan suami atau anggota keluarga Anda mengalami kecelakaan dan dirawat di sebuah rumah sakit, terus mau dioperasi dan membutuhkan biaya yang sangat besar. Kemudian Anda diminta transfer sejumlah uang untuk proses operasi suami atau keluarga Anda tersebut.

Modus ini biasanya dilakukan kepada calon korban (kebanyakan) wanita yang kebetulan mempunyai suami bekerja atau tinggal di luar kota yang berbeda dengan tempat istrinya tinggal, sehingga sang istri biasanya akan langsung panik, tanpa berpikir panjang langsung percaya dengan kabar yang disampaikan. Terlebih nomor ponsel si suami calon korban biasanya terus tidak bisa dihubungi karena sudah diblokir atau di-jamme oleh si pelaku sehingga calon korban akan kesulitan untuk mencrosscek berita kepada suaminya apakah beritanya benar atau tidak.

Sang penipu dengan tipu dayanya akan mengatakan suaminya sedang koma dan jika tidak segera dioperasi maka suami tidak akan tertolong lagi, alias bisa meninggal. Istri mana yang tidak akan panik jika mendengar berita begini?

Dan tiga hari yang lalu kejadian ini menimpah saudara dari kawan saya. Suami dari saudara kawan saya tersebut kebetulan lagi ke Semarang sementara istrinya lagi di rumah di daerah Batu Malang. Untungnya, istri dari saudara kawan saya tersebut tidak sempat transfer ke rekening penipunya meskipun sebelumnya juga sempat panik karena mencoba menghubungi semua nomor ponsel suaminya tapi tidak bisa-bisa.

Mengetahui ponsel suaminya tidak bisa dihubungi, saudara kawan saya tersebut diantara kepanikannya masih sempat berpikir jernih dan akhirnya mencoba menghubungi ponsel salah satu kawan suaminya yang ada di Semarang. Dan ternyata, suaminya sehat-sehat saja tidak kurang suatu apa bersama kawannya yang ditelpon tadi, tidak mengalami kecelakaan sebagaimana kabar yang diterima dari orang yang mengaku-ngaku Dokter tersebut.

Satu yang menjadi pertanyaan saya apakah modus kejahatan seperti ini melibatkan oknum dari operator seluler, ya? Kok, mereka (penipu) bisa tahu lokasi seseorang, nomor-nomor ponsel semua calon korbannya? Darimana coba mereka mendapatkan data-data itu? Terus mereka juga bisa melakukan blokir atau jamming nomor ponsel sasaran agar tidak bisa dihubungi untuk beberapa saat secara remote jarak jauh.

Ternyata meski mempunyai banyak nomor ponsel tetap tidak menjamin lolos dari incaran penipuan model begini. Saya jadi berpikir membandingkan dengan diri saya sendiri, saya pun juga mempunyai tiga nomor ponsel. Dua nomor sudah terpublikasi di tempat kerja bahkan salah satunya di internet, menjadi nomor telpon Contact blog ini, dan satu nomor lainnya hanya keluarga dan teman dekat saja yang tahu. Apakah ini menjamin penipu tidak bisa menemukan nomor saya?

Kalau belajar dari kasus tadi ternyata ponsel banyak tetap tidak menjamin aman dari modus penipuan begini karena penipu bisa tahu dan memblokir semua nomor-nomor ponsel para calon korbannya. Mungkin satu-satunya tindakan preventif untuk menangkal modus penipuan begini adalah kita ikut program Asuransi Medicare.

Apa hubungannya ikut asuransi medicare dengan penipuan? Hubungannya adalah dengan ikut asuransi medicare jika suatu saat Anda misalnya mengalami kecelakaan pihak rumah sakit tidak akan pernah minta deposit biaya rumah sakit atau biaya operasi kepada istri atau keluarga Anda karena semua biaya sudah dicover oleh perusahaan asuransi medicare Anda.

Dan ini yang penting, jika suatu saat ada penipu model begini yang minta transfer biaya operasi, Anda bisa tersenyum enteng dan bilang: "Maaf Anda salah alamat, Bung. Silahkan cari korban lain." He....He.... He....

Hem, untungnya saya tanpa harus keluar duit banyak bisa ikut asuransi medicare ini karena perusahaan tempat saya bekerja sudah mengasuransikan saya. Dan untung yang kedua, belum ada penipu yang sempat tertarik mencoba menipu saya. He…. He…..




Bookmark and Share

Sabtu, 06 Maret 2010

Lempar Batu Sembunyi Tangan

beda pendapat
Lempar Batu Sembunyi Tangan. Saya rasa Anda pasti pernah dengar peribahasa ini, bukan? Dulu sewaktu saya masih kanak-kanak saya juga pernah melakukan ini. Melempar batu ke seorang teman dengan cara sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan. Karena saya takut kalau sampai ketahuan saya pasti akan dipukul oleh kawan saya tersebut. Tapi itu dulu. Lain dulu lain sekarang. Saya tidak berharap ini masih menjadi kebiasaan saya dan Anda juga yang tetap dilakukan meskipun saya dan Anda sudah tidak kanak-kanak lagi.

Bagi para sahabat blogger saya yang pernah berkomentar di blog ini, pasti pernah membaca kata-kata ini:

"Terima kasih sudah mau repot untuk memberi comment. Silahkan tinggalkan nama anda agar saya bisa memastikan bahwa anda bukan mesin tapi manusia juga, sama seperti saya."



Barangkali ada yang bertanya, apa memang ada bukan manusia, mesin maksudnya, bisa berkomentar di blog? Saya jawab tentu ada. Dan jika Anda barangkali bertanya lagi ke saya gimana caranya, saya hanya bisa jawab, maaf saya tak tahu caranya karena saya tidak punya software semacam ini.

Prolog diatas komentar diatas saya tulis sebenarnya secara implisit lebih saya tujukan agar siapapun yang akan berkomentar di blog saya, terutama komentar yang bernada kritik atau ingin berbeda pendapat dengan saya mau meninggalkan sebuah nama, bukan dengan anonymous yang tidak ada bedanya seperti Lempar Batu Sembunyi Tangan.

Dengan menulis di blog, artinya saya perlu menegaskan diri bahwa saya membuka diri lewat tulisan saya di blog ini untuk dikoreksi dan dikritik oleh siapapun, tak terkecuali Anda yang baca tulisan ini sekarang. Saya tetap membuka dan menerima jika Anda yang kebetulan tidak setuju atau beda pendapat 180 derajat dengan opini saya yang saya tulis di blog ini. Jadi jangan ragu atau sungkan untuk mengkritik saya. Saya akan terima dan tidak akan mendelete komentar Anda (kecuali komentar spam) asal Anda juga gentle menyebutkan identitas nama atau profile dan URL Anda.

Sekedar contoh komentar yang saya maksud, silahkan Anda bisa lihat komentar anonymous pada posting Cara Extrem Daftar Google Adsense dan Pilih Facebook atau Twitter. Pada posting tersebut ada salah satu pengomentar yang tidak setuju dengan opini tulisan saya. Namun sayangnya, dia tidak cukup gentle dengan meninggalkan sekedar sebuah nama buat saya.

Satu note yang menjadi catatan saya lewat tulisan ini, dengan makin terbukanya arus informasi dan keterbukaan sekarang ini, yang artinya semua orang, siapa pun bebas untuk berbicara dan mengkritik tetapi hendaknya kaidah sopan santun dan etika bukankah tetap harus dijaga, bukan? Dan bukan malah melakukan dengan cara-cara seperti Lempar Batu Sembunyi Tangan.

Pertanyaan saya buat Anda. Gimana reaksi Anda kalau mendapati komentar negatif? Apa yang akan Anda lakukan?



Bookmark and Share

Rabu, 03 Maret 2010

Value Added Service

value added serviceKalau kita berbicara sebuah pelayananan perusahaan jasa, yang namanya Value Added Service, atau nilai tambah sebuah pelayanan, sudah menjadi menu wajib untuk meningkatkan daya saing sebuah perusahaan terhadap para kompetitor lainnya, selain sebuah pelayanan atau customer service yang baik dan ramah tentunya. Saya ambil contoh misalnya memberikan minum, snack dan bacaan koran dan majalah ke customer saat menunggu di bengkel karena kendaraan Anda sedang diservice, menunggu antri di salon atau klinik kecantikan, menunggu layanan di sebuah rumah sakit, menunggu antrian di bank, menunggu layanan di sebuah kantor pelayanan publik, atau saat berbelanja ke sebuah toko show room atau butik misalnya.

Nah, untuk contoh yang terakhir, berbelanja di toko atau show room, saya ada pengalaman mendampingi Bos saya berbelanja batik di sebuah toko batik yang ada di kota Solo. Tepatnya hari Selasa (2/03/2010) kemarin siang sekitar pukul 13:00 Wib di sebuah hari yang amat terik saya bersama teman kantor dan Bos saya mencari baju batik di sebuah kampung sentra batik di daerah Kauman Solo.

Karena hari sangat panas cuacanya sebab kebetulan sudah beberapa hari ini kota Solo sama seperti Jogja tidak diguyur hujan maka sebuah tegukan air minum menyegarkan di siang hari akan sangat menyenangkan kalau diteguk saat panas terik begini, pikir saya saat mengamati sebuah minuman yang disediakan oleh toko batik yang saya kunjungi.

Dari sejumlah lima toko batik yang sudah kami masuki hampir semua tokonya menyediakan Value Added dengan memberikan suguhan air minum mineral buat customer tokonya.

Namun sayangnya, tak satu pun pramuniaga toko batiknya ada yang basa-basi mencoba nawarin saya dan rombongan untuk minum. Sebagai orang Jawa yang amat kental dengan budaya “Ewuh Pakewuh” (rasa sungkan, maksudnya) saya tidak mungkin langsung ujug-ujug ambil minum sendiri kalau tidak ditawari oleh pramuniaganya. Beda situasinya kalau di ruang tunggu rumah sakit, klinik kecantikan Natasha atau di Grapari Telkomsel misalnya karena disediain minuman botol di freezer atau di dispenser dan gelas maka begitu saya haus tanpa rasa sungkan langsung bisa ambil sendiri.

“Jangan-jangan minuman-minuman ini hanya sekedar pajangan doang,” batin saya.

“Kok, dari semua toko yang kami datangi tidak ada satu pun yang coba nawari minum. Atau jangan-jangan menunggu kami membeli dulu baru ditawari minum?” Tanya saya dalam hati.

Pada toko ke-5, yaitu toko terakhir yang saya kunjungi, setelah hampir satu jaman memilih-milih akhirnya Bos saya membeli batik di toko tersebut karena kebetulan salah satu motif kain batiknya cocok dengan selera yang diinginkan oleh Bos saya.

Dan apa yang saya batin tadi di muka ternyata jadi kenyataan. Saat Bos saya selesai membayar dan rombongan kami hendak keluar meninggalkan tokonya, pramuniaganya kemudian nawarin kami minum.

“Pak, monggo silahkan diminum dulu minumannya. Ini ada teh, jamu beras kencur, wedang kunir asem. Silahkan, Pak,” kata Pramuniaga tersebut mempersilahkan dengan ramah.

“Ah, lega rasanya. Kerongkongan saya tidak kering lagi.” Hati saya berteriak girang.

Saya tiba-tiba jadi teringat dan ingin membandingkannya dengan toko Joger di Bali yang punya motto “Beli tidak beli tetap thank you”. Dan kali ini tanpa ber-su’udon (berprasangka buruk) seharusnya juga berlaku sama, “Beli tidak beli tetap dapat minum” He…. He….

Itulah pengalaman saya berbelanja di toko batik kota Solo. Mudah- mudahan dugaan saya diatas tadi salah. Yaitu tokonya hanya nawarin minum buat customer yang beli aja, bukan buat semua pengunjung yang datang ke toko tersebut.




Bookmark and Share