twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Selasa, 23 November 2010

Apa Tujuan Anda Blogging?

Tujuan blogging

Mau pakai dalih apa pun, sebetulnya saya tetap tak percaya kalau ada orang yang bilang ngeblog tak ada tujuannya. Itu jelas-jelas bohong! Semua pasti ada tujuannya. Entah ngeblog sekedar ingin mengeluarkan unek-unek isi kepala, menyalurkan hobi, belajar menulis, sekedar ingin sharing, atau sekedar mau cari perhatian, narsis, ingin jadi terkenal dan lain sebagainya.

Apakah itu semua bukan sebagai tujuan?

Memang, tujuan akhir ngeblog tak melulu selalu karena cari uang, meski mohon maaf, sebetulnya kata-kata ini menurut saya sedikit munafik dan juga sebuah ironi. Mengapa munafik? Sebelum Anda membantah pernyataan ini saya persilahkan baca dulu artikel saya yang ini. Baca "Benarkah Personal Branding Seperti Lomba Burung?"

Dan mengapa pula saya sebut sebuah ironi? Karena, di luar sana betapa banyak orang miskin kelaparan tak bisa makan. Betapa banyak orang yang tak mau melewatkan waktu produktifnya sedetik pun untuk banting tulang siang dan malam cari duit sekedar untuk mencari sesuap nasi. Masak kita malah enak-enakan buang-buang waktu buat nulis di blog tanpa tujuan apa pun? Buang-buang duit untuk beli laptop dan berlangganan internet, yang prakteknya tak murah untuk orang kebanyakan?

Masih ada yang mau mengelak lagi?

Jika Anda menjawab "Tidak", yuk mari bersama-sama kita fokuskan tujuan blogging kita mulai dari sekarang, apa pun itu tujuan Anda.

Namun, bilamana Anda tetap kekeh menjawab Ngeblog Tanpa Tujuan, cepat segera close halaman blog ini dan lupakan kalau Anda pernah membaca tulisan ini! Karena, Anda sudah membuang-buang waktu Anda untuk membaca tulisan sampah yang samasekali tak berguna buat Anda.

Catatan:
Opini ini saya tulis karena saya tergelitik setelah membaca posting sahabat blogger saya, Mas Darin di artikel yang berjudul "Cheshire Cat is Right" dan sekaligus melanjutkan artikel saya sebelumnya, baca "Ngeblog Tanpa Tujuan, Buat Apa?" yang sempat menuai polemik pro dan kontra dari beberapa blogger lain.


Sumber Foto: Blogger Hell

Bookmark and Share

Selasa, 16 November 2010

Era Baru Layanan Mobile Broadband 3

HSPA+

Saat ini era internet mobile broadband kecepatan tinggi benar-benar sudah bisa kita rasakan di negara kita. Khususnya, bagi Anda pelanggan Flash Kartu Halo Telkomsel, sebagaimana klaim resminya di akhir tahun 2009 lalu. Baca "Era Baru Layanan Mobile Broadband". Kini bagi Anda yang tinggal di pusat-pusat kota berikut: Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Medan, dan Surabaya sudah bisa menikmati kecepatan internet mobile broadband berkecepatan tinggi dengan teknologi HSPA+ atau setara dengan teknologi hampir 4G.

Kemarin, hari Senin, 15 November 2010 pukul 08:00 WIB bertempat di pusat kota Yogyakarta, tepatnya di kawasan jalan Malioboro saya telah melakukan test speed kecepatan internet saya. Saya melakukan test dengan bantuan SpeedTest.Net mencoba Ping server dari Yogyakarta ke Semarang.

Dan hasilnya, sungguh mengejutkan. Kecepatan internet saya sempat menyentuh level tertinggi di angka 5 Mbps. Jauh melesat tinggi melebihi kecepatan internet tertinggi yang pernah saya capai pada bulan Januari 2010 lalu, yang sempat nembus ke angka 3 Mbps. Baca "Era Baru Layanan Mobile Broadband 2"

Silahkan Anda lihat bukti capture print screennya di bawah ini:


Speed Mobile Broadband HSPA+

Bagi Anda yang punya mobilitas tinggi dan ingin mendambahkan kecepatan internet mobile broadband berkecepatan tinggi, saatnya kini Anda bisa beralih dan menjajal kemampuan Flash Kartu Halo dari Telkomsel. Kalau Anda ingin tahu detilnya silahkan bisa baca-baca dulu introduction-nya dari situs Telkomsel di sini


Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan lebih dulu sebelum Anda memutuskan untuk memilih sebuah layanan internet mobile broadband, apa pun itu ISP-nya. Yaitu: Kekuatan sinyal di lokasi Anda, seberapa banyak jumlah pengakses internet mobile broadband yang sama di lokasi Anda, lokasi server internet yang sering Anda akses atau tuju kemana, dan jenis paket internet yang akan Anda pilih apa, prabayar apa pasca bayar. Mengapa? Karena faktor-faktor inilah yang akan mempengaruhi kecepatan internet Anda. Dan yang terakhir, yang tak kalah penting adalah teknologi peripheral modem dan spesifikasi komputer Anda tentunya juga turut berpengaruh.


Catatan: Artikel ini bukan sebuah Advertorial. Hanya murni review dari seorang pemakai saja. Dan saya menulis review ini samasekali tidak dibayar oleh Telkomsel.


Sumber Foto: Maxmobile


Bookmark and Share

Kamis, 11 November 2010

Hati-hati Transaksi Pulsa di ATM BCA!

Transaksi Pulsa

Masih sedikit berkaitan dengan tulisan saya sebelumnya, baca "5 Alasan Mengapa Anda Lebih Aman Menggunakan Kartu Kredit Daripada Kartu Debit". Ini sekedar contoh saja betapa transaksi menggunakan kartu ATM debit sangat perlu sikap kehati-hatian dan juga teliti. Mengapa? Karena terkadang kitanya sudah sangat hati-hati tapi celakanya sistem dari banknya yang justru bermasalah. Tak peduli walau bank tersebut bank besar sekelas bank BCA sekalipun.

Ini adalah kali kedua saya ada masalah dengan pihak perbankan, yang lagi-lagi dengan bank yang sama, bank BCA. Beberapa bulan yang lalu, tepatnya tanggal 1 Juni 2010 yang lalu internet banking BCA sempat error. Baca "Astaga, Uang Saya Raib Dari Rekening BCA!" Uang saya di rekening BCA tiba-tiba raib alias saldonya menjadi nol tak tersisa. Dan celakanya, jika ini disebabkan karena sistem banknya yang error mengapa samasekali tak ada message apa pun tentang kejadian tersebut.

Kala itu saya sempat share dan bercanda di milis Telematika, untung karena saya tak punya uang milyaran rupiah di rekening BCA sehingga tak perlu sampai shock lalu pingsan apalagi mau bunuh diri menyaksikan uang saya raib tiba-tiba dari rekeningnya, alias saldonya menjadi NOL besar. Bagaimana kalau misalnya yang mengalami kejadian itu orang yang uangnya triliunan Rupiah dan punya sakit jantung, apa tidak mati mendadak?

Dan kejadian yang saya alami hari Jumat, 5 Novemper 2010 kemarin juga hampir sama. Saya melakukan pembelian pulsa lewat ATM BCA di ATM center bank BCA pusat jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta. Rekening saya sudah didebit (dipotong), bahkan sampai dua kali tapi pulsa tak pernah nyampai atau masuk ke ponsel saya. Padahal di mesin ATM-nya pesan yang disampaikan di mesinnya jelas-jelas menyatakan transaksi tidak bisa diproses, alias transaksinya gagal.

Sekedar info aja, setelah kejadian itu hari Sabtu dan Seninnya saya kemudian mengontak ke Halo BCA. Namun sampai dengan pagi hari ini, Kamis 11 November 2010 refund atau pengkreditan kembali uang saya masih dalam proses di bank BCA. BCA memberikan batas waktu maksimal sampai 10 hari untuk memproses kesalahan ini. Hem, 10 hari sebuah waktu yang lumayan lama untuk sebuah kesalahan yang bukan disebabkan oleh saya.

Pesan saya buat Anda: Berhati-hatilah transaksi di ATM atau melakukan pembayaran transaksi dengan kartu ATM debit di merchant! Sering-seringlah cek saldo, cetak buku atau cek mutasi rekening Anda sehingga bila ada transaksi yang bermasalah cepat Anda ketahui. Atau, kalau ingin aman tidak usah menggunakan kartu ATM aja sekalian. Pakai uang tunai saja. Kecuali tentunya untuk nilai transaksi-transaksi besar baru sebaiknya Anda pakai kartu kredit atau kartu debit.



Bookmark and Share

Senin, 08 November 2010

5 Alasan Mengapa Anda Lebih Aman Menggunakan Kartu Kredit Daripada Kartu Debit

Chip Card

Banyak para penasihat keuangan yang menyarankan agar Anda tak usah menggunakan kartu kredit jika Anda memang tak benar-benar perlu atau membutuhkannya. Alasannya? Karena kartu kredit lebih banyak memberi efek mudaratnya, yaitu mendidik orang menjadi konsumtif, ketimbang asas manfaatnya. Anda ingin contoh? Coba baca artikel yang ditulis Mas Giewahyudi disini.

Selain itu, karena hampir semua Fungsi Kartu Kredit kini fungsinya sudah bisa tergantikan oleh kartu debit sehingga kalau karena alasan untuk memudahkan pembayaran tanpa perlu bawa uang tunai kemana-mana, kini kartu kredit bukan satu-satunya solusi karena kartu debit juga bisa melakukan fungsi kartu kredit.

Kedua alasan di atas memang benar, tidak salah. Namun ada sisi lain yang perlu Anda ketahui juga bahwa ternyata menggunakan kartu kredit ternyata jauh lebih aman ketimbang menggunakan kartu debit.

Hem, kok bisa? Berikut kelima alasannya. Silahkan Anda simak fakta-faktanya berikut ini:

  1. Teknologi kartu kredit lebih baik dibanding kartu debit karena sudah menggunakan chip pada kartunya, sementara kartu debit rata-rata masih menggunakan magnetic yang mudah sekali digandakan atau dibobol orang lain. Ingat kejadian maraknya Pembobolan Rekening beberapa waktu yang lau
  2. Transaksi menggunakan kartu debit langsung memotong saldo di rekening di bank Anda, sementara traksaksi menggunakan kartu kredit ada jeda waktu satu bulan sebelum transaksi ditagihkan kepada Anda. Jika terjadi transaksi ilegal pada pemakaian kartu kredit, Anda masih punya waktu untuk menyanggah sebelum transaksi tersebut Anda bayar tagihannya, sementara pada kartu debit sebaliknya uang Anda terdebet dulu dan baru bisa dikreditkan kembali setelah Anda memberikan surat keberatan kepada pihak bank.
  3. Pada kartu debit bank tertentu, saya ambil contoh bank CIMB Niaga sangat rawan untuk disalahgunakan oleh pihak lain selain pemegang kartu karena tanpa perlu PIN, tanpa perlu tanda tangan kartu bisa dipakai buat berbelanja di seluruh merchant-merchant seperti dept store dan supermarket yang menerima pembayaran dengan kartu debit.
  4. Kartu debit history transaksi harus sering Anda cek sendiri secara manual, baik lewat Internet Banking maupun cetak buku rekening ke bank Anda, sementara kartu kredit tidak karena selalu dilaporkan oleh pihak bank kepada Anda setiap bulan secara rutin bersamaan dengan billing Anda sehingga kartu kredit lebih mudah terkontrol kalau terjadi transaksi tak wajar dibanding kartu debit.
  5. Berdasarkan beberapa kasus transaksi pembayaran di merchant, kartu debit seringkali mempunyai tingkat masalah lebih banyak dibanding kartu kredit. Contoh kasus yang sering terjadi di dept store tempat saya bekerja, mesin EDC (Electronic data card) seringkali melakukan pendebetan dua kali ke rekening customer terhadap satu kali transaksi yang sama.


Jadi, pesan saya berhati-hatilah kalau Anda sering transaksi menggunakan kartu debit. Sering-seringlah mengontrol saldo dan histori transaksi Anda. Dan gantilah PIN Anda secara berkala agar aman. Terakhir, bagi pengguna kartu kredit silahkan baca tips-tips dari saya bagaimana menggunakan kartu kredit agar tak terjebak dari hutang yang akan membelit Anda. Baca "Tips Agar Terhindar Dari Belitan Hutang Kartu Kredit". Demikian sedikit tips dari saya. Semoga bermanfaat.


Sumber Foto: Chip Card



Bookmark and Share