
Salah seorang kawan pernah bercerita kepada saya, mengomentari seorang petugas loket jalan Tol yang tugasnya menyerahkan tiket setiap kali dia hendak melintas di jalan Tol. “Sebuah pekerjaan monoton yang terlalu sayang dikerjakan oleh seorang manusia,” begitu komentar kawan saya. Kenapa pasalnya? Ya, karena hanya berkali-kali menyodorkan kartu kepada pengendara lewat, tanpa perlu berpikir apa-apa. Sebuah pekerjaan yang sebenarnya bisa diwakilkan kepada sebuah mesin atau robot karena saking mudah dan ringannya. “Sayang sekali, manusia yang diberi akal yang sedemikian sempurna oleh Tuhan, kok cuma diberdayakan seperti itu,” tambah kawan saya lagi.
Pekerjaan yang sangat monoton. Mungkin itu gambaran yang bisa mendiskripsikan pekerjaan petugas loket jalan Tol tadi. Kalau berbicara monoton, saya jadi membandingkannya dengan sebuah pekerjaan berikut ini: Bayar tagihan Rekening Listrik PLN, telpon, air PDAM, TV Kabel, internet, kartu kredit dll termasuk juga ada di dalamnya. Monoton, karena rutin anda lakukan setiap bulannya. Betul tidak?
Saya ambil salah satu contoh saja, yaitu bayar rekening listrik misalnya, secara umum kegiatan pembayaran rekening listrik harus anda lakukan setiap bulannya sebelum tanggal 20, tanggal jatuh tempo rekeningnya. Namun, saya mengamati sebagian besar orang metode pembayaran yang dilakukan masih menggunakan sistem manual, meskipun sekarang sudah ada fasilitas yang lebih simpel, tidak pakai antri dan tidak perlu ribet. Yaitu pembayaran melalui fasilitas autodebit.
Bagi anda yang belum tahu, sedikit tips dari saya: Ternyata bayar rekening listrik dengan menggunakan layanan autodebit bisa menghemat besarnya pembayaran tagihan listrik anda, selain keuntungan seperti bebas antri dan ribet tadi.
Mengapa bisa hemat? Karena pada pembayaran dengan sistem autodebit, saya menggunakan autodebit dengan kartu kredit BCA, ternyata dibebaskan dari biaya administrasi sebesar Rp 1.600,- yang sudah lama dikenakan oleh pihak PLN.
Besaran biaya administrasi sebesar Rp 1.600, itu akan dikenakan kalau anda membayar secara manual ke loket-loket yang kerjasama dengan pihak PLN. Dan kalau anda bayar lewat transfer bank, baik lewat Teller, maupun online payment sistem via mesin ATM atau Internet Banking bisa lebih besar lagi biayanya. Yaitu berkisar antara Rp 2.500 s/d Rp 5.000.
Nah, tunggu apalagi? Kalau anda ingin lebih Hemat, baik hemat uang, waktu dan tenaga, mengapa tidak anda rubah saja mulai sekarang seluruh tagihan anda dengan menjadi sistem autodebit?






3 comments:
wah boleh juga neh masukannya,
harus cepat2 digunakan biar bisa hemat.
apalagi buat sekarang ini
autodebit merupakan layanan yang sangat sulit bagi pihak PLN untuk mengenakan biaya admin Bank. Padahal pembayaran dengan autodebi/CC atau lainnya di lakukan secara online.
yup,, daripada antri lama dan kepotong biaya administrasi,,
siiip, than's infonya
Poskan Komentar
Anda diperkenankan untuk meninggalkan komentar. Semua komentar yang masuk tanpa melalui proses seleksi sehingga komentar tidak mewakili opini dari blog ini, kecuali hanya komentar dari author (Joko Sutarto). Silahkan klik Poskan Komentar jika kotak komentar belum muncul.