Jika Anda seorang blogger yang merangkap sebagai publisher, satu keahlian yang perlu Anda kuasai selain pandai menulis artikel adalah harus bisa menulis artikel advertorial. Apa itu artikel advertorial? Bagi yang belum tahu definisinya, silahkan baca dulu tulisan saya “Etika Menulis dan Memasang Iklan di Blog” yang pernah menjelaskan arti kata advertorial.Keahlian menulis artikel advertorial ini penting sekali Anda kuasai kalau memang Anda serius ingin mendapatkan penghasilan lewat blog Anda. Keahlian menulis advertorial itu gunanya tidak melulu untuk mengiklankan produk dari para pengiklan atau produsen, tapi suatu saat akan sangat berguna untuk mengiklankan produk Anda sendiri di internet.
Sebelum saya memberikan tips ini kepada Anda, saya perlu jelaskan dulu. Saya belum seorang penulis advertorial yang baik, namun sedikit pengalaman saya menulis beberapa advertorial yang pernah saya tulis ini semoga bisa menjadi bahan belajar bersama bagaimana, sih cara menulis advertorial yang baik dan bisa menarik serta disukai oleh pembaca. Dan yang terpenting, ujungnya bisa berakhir closing, dapat menarik penjualan setelah orang lain membaca advertorial Anda.
Saya mempunyai tiga contoh artikel review dan advertorial. Yang pertama dan kedua sama-sama mereview tentang salah satu produk dari provider telpon seluler Telkomsel. Yang pertama berupa advertorial dan berbayar. Bisa dilihat di artikel “Tawaran Menarik Dari simPATI freedom, Mau?” Dan artikel yang kedua “Paket simPATI Gratis Internetan Berjam-jam Ternyata Berlaku Buat Internet Lewat Komputer”, yang ini murni berupa review dari saya selaku pengguna, tidak dibayar. Artikel ketiga, “Tips Mengembalikan Keperawanan Yang Hilang” adalah advertorial pesanan dari kawan saya yang sampai dengan tulisan ini saya tulis advertorialnya cukup banyak membuat closing penjualan di internet.
Saya mulai dari artikel yang pertama dan kedua. Sesuai laporan dari Google Analytics, meski kedua artikel mengulas topik yang sama, ternyata artikel pertama dan kedua hasilnya jauh berbeda. Baik jumlah pageviewnya maupun jumlah comment yang masuk dalam artikelnya. Silahkan Anda lihat data statistik artikel “Tawaran Menarik Dari simPATI freedom, Mau?” dibawah ini.

Total pageview artikel “Tawaran Menarik Dari simPATI freedom, Mau?” sampai dengan tanggal 13 Mei 2011 sebanyak 325. Jumlah comment sampai dengan saya tulis artikel ini yang masuk sebanyak 30 komentar.

Coba bandingkan sama data statistik di atas! Ternyata jumlah pageview artikel “Paket simPATI Gratis Internetan Berjam-jam Ternyata Berlaku Buat Internet Lewat Komputer” jumlahnya jauh lebih banyak, 797 pageview, dan comment-nya juga sudah mencapai 38 komentar.
Nah, sekarang artikel yang ketiga, “Tips Mengembalikan Keperawanan Yang Hilang”. Saya akan perlihatkan bukti screenshot jumlah email yang masuk dari pembaca melalui form contact setelah membaca advertorial tersebut. Maaf untuk data penjualan dari advertorialnya saya tak bisa share disini. HeHe.

Advertorial “Tips Mengembalikan Keperawanan Yang Hilang” yang melalui blog saya sudah menuai respond sebanyak 21 komentar dari pembaca, 11 email masuk, 13 kontak melalui telpon/SMS, dan 2 invite contact melalui Blackberry. Data ini belum termasuk respond melalui notes facebook dan blog kawan saya yang juga mempublish advertorial tersebut.
Kesimpulan yang bisa saya tarik dari ketiga artikel tersebut adalah sebagai berikut:
- Tulisan dengan gaya review dari sudut pandang Anda sebagai konsumen ternyata lebih kuat untuk menarik minat pembaca. Ini berbeda dengan tulisan yang ditulis hanya berupa informasi dari sudut pandang produsen.
- Untuk menghasilkan tulisan advertorial yang memikat, ternyata syarat wajib ini tidak bisa ditawar. Anda harus menjajal lebih dulu barang yang Anda iklankan sebelum menuliskannya kedalam sebuah artikel.
- Pemberian data-data hasil test atau pengujian Anda di dalam artikel advertorial terbukti sangat membantu menarik ketertarikan dari para pembaca.
- Proporsional antara advertisement (iklan) dan editorial dalam sebuah artikel advertorial perlu diperhatikan. Yaitu harus lebih kuat unsur editorialnya ketimbang muatan iklannya. Pemberian persuasi atau tawaran iklannya secara halus terbukti lebih efektif ketimbang bahasa iklan yang terlalu berlebihan.
Demikian setidaknya 4 (empat) poin tips yang bisa saya simpulkan dalam menulis advertorial. Jika Anda ada tambahan, sanggahan, atau pertanyaan, saya persilahkan tambahkan dalam kolom komentar. Oke, selamat menulis advertorial.








