Rabu, 05 Mei 2010

Tolong Jangan Paksa Saya!

facebook fan pageTolong jangan paksa saya! Itu ungkapan sedikit jengkel saya mendapati salah satu teman di Facebook yang sudah tiga kali invite saya agar saya jadi fan di blognya. Yang pertama dan kedua memang saya sudah abaikan atau saya tolak. Eh, kemarin masih nyoba lagi invite yang ketiga kalinya.

Hem, bukannya saya sok jual mahal, tapi saya rasa semua orang punya hak atau kebebasan untuk memilih. Dan kali ini saya menggunakan hak saya untuk tak memilih menjadi fan blognya dia. Apakah itu salah?

Kalau Anda adalah seorang blogger, pertanyaan saya sebegitu pentingkah Fan Page buat blog Anda?

Kalau Anda pernah membaca artikel saya sebelumnya tentang Kriteria Seorang Blogger Seleb, memang salah satu kriteria yang bisa menjadi parameter kalau Anda adalah seorang blogger seleb atau tidak adalah adanya banyak fan di Facebook.

Tapi setelah saya pikir-pikir kembali saya perlu meralat dan menambahkan sedikit note pada point tersebut. Kenapa pasalnya? Ini alasan saya. Yang namanya fan adalah penggemar betulan atau seharusnya memang pengagum Anda, bukan? Tapi prakteknya, ternyata saya menemui tak selalu seperti itu. Ada orang yang memang kerjaannya hunting mencari fan di Facebook dengan invite kesana-kemari kesemua daftar friendnya. Tidak pandang bulu apakah orangnya memang penggemar blognya beneran apa tidak, yang penting hunting invite aja.

Kembali ke masalah penting atau tidak penting tadi. Kalau Anda bertanya kepada saya pentingkah Fan Page buat blog? Saya jawab penting-penting tidak. Dianggap penting karena bagi yang berbisnis online memang sangat perlu dan dibutuhkan untuk membangun Trust dengan memasang widget Fan Page di blognya. Penting, bagi yang suka Narsis atau gagah-gagahan, suka pamer menunjukkan kepopulerannya di dunia maya.

Tapi samasekali tak penting bagi yang tidak butuh seperti kedua alasan itu. Tak penting lagi jika nanti semua orang tahu bahwa Fan Page ternyata hanya fan semu atau bohongan belaka karena akibat memang dari bloggernya yang gencar mengundang orang, bukan karena pengunjung yang memang dengan suka rela ngeklik untuk menjadi fan blognya.

Jadi kesimpulannya, jika Anda menemui blog yang Fan Page-nya banyak penggemar, Anda perlu selediki dulu apakah itu Fan beneran atau jangan-jangan hanya akal-akalan. Cara membedakan kalau itu akal-akalan apa tidak, gampang, matching nggak sama jumlah Followernya di Twitter? Jika sama banyaknya bisa dipastikan itu adalah fan beneran, bukan bohongan. Tapi kalau tidak nyambung alias fan di Twitternya sedikit, jelas itu hanya fan-fan bohongan saja.

Mengapa Follower di Twitter bisa dijadikan parameter pembanding? Karena di Twitter tak mudah untuk mengumpulkan Follower seperti fan dalam Facebook, apalagi kalau jumlahnya sangat banyak, kalau kita tidak populer beneran atau memang banyak penggemar. Alasannya? Disamping karena Twitter di negara kita tak sepopuler Facebook, juga sulit untuk memaksa orang jadi follower Anda. Anda perlu berjuang dulu untuk mem-Follow mereka sekian lama, terus telaten mencuri perhatian dan membalas Twitnya, baru biasanya, tapi tak selalu berhasil, orang mau Follow balik ke Anda.

Itulah Kelebihan Twitter dibanding teman dalam Facebook. Orang, siapapun bebas dengan sukarela Follow ke Anda, tapi mereka juga punya kebebasan kapan saja atau sewaktu-waktu bisa meninggalkan Anda hanya dengan sekali klik unfollow saja.

Apakah Anda juga pernah mengalami kejadian serupa, menjumpai salah satu teman yang sudah menjengkelkan Anda di Facebook?




Bookmark and Share

10 komentar:

  1. Facebook sudah jarang saya akses, lebih suka di blog!

    BalasHapus
  2. Walaupun saya belum pernah mengalami hal serupa tetapi seseorang yang invite lebih dari 2 kali saya pikir kurang etis.

    Fan Facebook diperlukan sebagai media penyimpan database penggemar, hal ini akan bermanfaat bagi pelaku bisnis online, apalagi kalau mereka merupakan penggemar produk yang ditempatkan melalui blog tersebut, karena secara tidak langsung mereka adalah calon pelanggan.

    Namun seperti Mas Joko katakan, harus atas keinginan sendiri (tidak dipaksa) bukan sok pamer karena akan sedikit kurang bermanfaat kalau fan-2 tersebut hanya sekedar click menjadi fan suatu blog.

    Mengenai Follower di Twitter saya setuju dengan pendapat Mas Joko dapat dijadikan sebagai indikator REAL FAN yang serius walaupun tentu tidak 100% tepat karena ada faktor lain yang bisa dijadikan acuan.

    BalasHapus
  3. Facebook rasanya sudah mulai membosankan, Pak sekarang ini. Beda sama blogging.

    Saya jadi ingat artikel saya beberapa waktu yang lalu. Ada blogger yang pasang widget statistik tapi nggak nyambung samasekali dengan real pengunjungnya. Menipu! Betul Mas Yuda, Twitter hanya salah satu parameter terdekatnya saja, bukan parameter 100% yang bisa jadi pembanding. Masih banyak parameter lain seperti PR, Alexa, jumlah pengunjung, jumlah pengomentar dsb yang bisa jadi parameternya juga. Semakin banyak yang match berarti itu benar, bukan tipuan

    BalasHapus
  4. Saya nggak cukup narsis buat bikin fan page atas blog-blog saya di FB, hehehe.

    Malah saya pikir, percuma punya banyak-banyak fans kalo mereka ndak komentar di blog saya.

    Bisakah pasang block user buat yang ng-invite Pak Joko itu? Invitation gitu sangat mengganggu. Buat yang bolak-balik ng-invite Pak Joko, jangan kayak orang desperate gitu lah. Memangnya kalo nggak punya fans, dunia kiamat ya?

    BalasHapus
  5. Betul, Mbak Vicky. Dan ini bisa jadi parameter juga. Fan Page-nya akal-akalan atau beneran bisa dilihat dari situ. Percuma ada Fan Page kalau orang yang di Fan Page tersebut bukan pengunjung setia atau jarang ninggalin komentar. Hanya pajangan doang jadinya. Narsis2an saja.

    Kalau orangnya masih terus invite lagi, ya gimana lagi, terpaksa akan saya remove.

    BalasHapus
  6. inilah dampak facebook bagi dunia blogging

    BalasHapus
  7. Dampak pemanfaatan Facebook yang kurang bijak.

    BalasHapus
  8. saya belum pernah nemu facebooker seperti itu, mngkn krn sy jg jarang akses FB lg.

    benar ya di Twitter tak mudah untuk mengumpulkan Followe buktinya follewer twitter sy br 3. Soalnya punya account twitter jg g' dipublis keorg bgm bisa nambah ya followernya?

    BalasHapus
  9. Jangan sampai, deh nemu model teman yang begitu, Mbak.

    Untuk Twitter, saya juga tak pernah promosi kemana2, kecuali masang bagdenya di blog ini. Dan hasilnya, lama2 akan banyak sendiri yang mem-follow.

    BalasHapus