Selasa, 04 Januari 2011

Mengapa Blog atau Website Cepat Gulung Tikar?

Website tutup

Saat ini begitu mudah orang untuk membuat blog dan situs (website). Hanya berbekal dengan keahlian komputer standar saja Anda sudah bisa bikin blog/situs hanya dalam hitungan tidak kurang dari 5 menit saja. Karena begitu mudahnya pernah saya tulis di artikel ini, baca Kuburan Dunia Maya, sampai-sampai Rick Klau, Manager produk Google pernah mengatakan:

"Dalam dua tahun terakhir saja, jumlah orang yang berkontribusi ke blog telah melonjak lebih dari dua kali lipat, dan setiap detik setiap harinya blog baru dibuat di Blogger.com.”

Anda bisa bayangkan betapa banyaknya blog lahir setiap harinya karena kemudahan bikinnya ini dan itu baru di Blogspot, belum blog-blog yang lainnya. Dan kalau mau yang lebih keren lagi Anda tinggal beli blog jadi dengan harga tak terlalu mahal. Hanya berbekal uang beberapa ratus ribu rupiah saja Anda sudah bisa punya blog keren dengan nama domain dan hosting sendiri. Jadi, sekali lagi betapa mudahnya sekarang ini untuk membuat blog/situs.

Namun, di sisi lain banyak pemula yang belum tahu atau belum menyadarinya di awal kalau mengelola blog/ situs itu tak hanya sekedar itu. Semudah bikinnya tapi tak semudah mengelolanya. Yang banyak terjadi sudah capek-capek bikin blog di awal, sudah banyak keluar duit untuk berlangganan internet, sewa hosting segala macam terus bingung mau ngapain selanjutnya? Akhirnya, ya blog/situsnya menjadi terlantar kemudian gulung tikar.

Jika tujuan kita ngeblog untuk cari uang, terus setelah mendapati cari uang di internet ternyata tak semudah seperti iklan yang dibombardir oleh kampanye media di internet akhirnya apa yang terjadi? Ya nyerah dan jadilah blog/situs gulung tikar sebelum waktunya atau lebih cepat tamat dari bayangan awalnya.

Bayangkan saja di level corporate pun masih banyak yang menganggap keberadaan situsnya sebagai pelengkap saja, bukan alat marketing atau semacam portofolio yang mewakili corporatenya di dunia maya.

Anda ingin bukti?

Contoh, saya pernah dikecewakan oleh perusahaan waralaba asing sekelas J.CO Donuts. Anda perlu tahu sebuah web corporate besar sekelas J.CO Donuts pun adminnya sedemikian payah sampai-sampai tak tahu webnya sudah Bandwidth Limit Exceeded (kuotanya sudah habis) di akhir bulan sehingga sudah tidak bisa diakses lagi . Terus, mesin auto-responder untuk jawab email pelanggan aja tak punya. Respond menjawab email keluhan pelanggan juga sangat lama. Akhirnya, setelah masuk Surat Pembaca baru mereka cepat-cepat ambil action. Ironi, bukan kalau melihat besarnya perusahaan dan melihat dia sebagai perusahaan waralaba yang mengadopsi management asing?

Bukankah itu sebagai bukti nyata bahwa website ternyata bagi sebagian perusahaan hanya sekedar pelengkap saja. Bukan diperlakukan sebagaimana mestinya, layaknya kantor beneran yang ada di dunia nyata untuk melayani pelanggannya. Sekali lagi, itu sekedar bukti bahwa website belum dianggap sebagai sesuatu yang penting di mata perusahaan sehingga jika sesuatu saja sudah dianggap tak penting tentu wajar jika ada website cepat gulung tikar dari prediksi awal dulu waktu membuatnya.

Dan satu lagi, serta buruknya pengelolaan website itu sendiri yang mengabaikan unsur-unsur bagaimana seharusnya mengelola sebuah situs itu telah turut serta memperparah keadaan. Contohnya, mengabaikan unsur pendukung website seperti marketing/promosi dengan pemberian ezine dan newsletter yang menarik. Terus penerapan teknik SEO, penerapan kemudahan (aksesibilitas & usability) web, interface yang baik dan user friendly bagi pengunjung web, dan pengetahuan lain-lain bagaimana mengelola dan mengembangkan blog/situs agar semakin dikenal, banyak trafik dan disukai pengunjung.

Jadi kesimpulannya mengapa ada website yang cepat gulung tikar? Ya, karena beberapa alasan di atas, karena pertama yang bikin tak punya tujuan atau punya visi yang jelas. Atau kedua, punya tujuan tapi tidak konsisten dengan tujuan semula mengapa bikin blog/website tersebut. Ketiga, yang mengelola situsnya memang bangkrut. He He He. Kalau yang ini sudah jelas dan tak perlu dibahas karena sudah otomatis.


Catatan:
Artikel ini saya tulis karena saya ingin menanggapi artikel sahabat blogger saya, Mas Andi Sakab di artikelnya yang berjudul: "Mengenal Apa Itu Bottom Line" Silahkan Anda berkunjung ke sana juga agar lebih memahami latar belakang topik yang saya bahas di tulisan ini.


Sumber Foto: Closed


Bookmark and Share

33 komentar:

  1. Selain itu adanya sikap 'maruk', mau segalanya, punya puluhan blog tetapi akhirnya terlantar tidak terurus karena adminnya cuma satu ekor :D

    BalasHapus
  2. aldy~PF:
    Betul, penyebab lainnya sikap "Kemaruk" (serakah) itu dengan banyak bikin blog sekaligus tapi tak sanggup mengelolanya. Terima kasih tambahannya, Mas Aldy.

    BalasHapus
  3. Ha ha..., jadi tertusuk, saya punya banyak blog, masih untung diupdate setahun sekali :D.

    BalasHapus
  4. saya lebih sepakat dengan paragraf yang ini :
    "website ternyata bagi sebagian perusahaan hanya sekedar pelengkap saja. Bukan diperlakukan sebagaimana mestinya, layaknya kantor beneran yang ada di dunia nyata untuk melayani pelanggannya..dst.."

    bukan perusahaan saja,web resmi milik pemerintah kebanyakan hanya menjadi ajang adu gengsi dan sekedar prestise saja tanpa
    pernah memperhatikan fungsi...
    tidak pernah memperhatikan kelanjutannya,jika di dunia pemasaran biasa di sebut "sales after service"..

    yang penting buka web dulu,pemeliharaan di pikir belakangan saja...

    dan alasan kemaruk yg di berikan mas Aldy cukup masuk akal dan harus masuk di akal para blogger,bikin 1 blog saja energi yang terkuras sudah di atas rata-rata,apalagi jika membikin blog sampai 7...
    1 blog saja belum tentu bisa eksis hingga 5 tahun ke depan,..koq mau bikin 7 blog...ha..ha..ha...

    BalasHapus
  5. Sudah hampir dua tahun saya ngeblog? walaupun banyak kendala PR statis? alexa kembung? rare traffic? tapi alon-alon asal klakon klasik banget ya.. dasar jawa neh! tapi banyak ilmu yang saya dapatkan itu nanti buat bekal untuk menjadikan blog lebih bermutu, dan tentunya sebagai modal untuk membuat artikel yang lebih berbobot.

    BalasHapus
  6. Kembali ke permasalahan: Buat Blog itu gampang, Memeliharanya yang Sulit.

    Faktor2 yang disebutkan di atas adalah sebuah gambaran, betapa make money online jika dijadikan misi utama, sebagian besar akan luruh di bulan2 pertama.

    Jadi saya kira, Visi dan Misi ngeblog harus diperjelas.

    Wew, banyak juga ya blogger yg pensiun dini? :D

    BalasHapus
  7. Wajar saja. Ngurus blog kan tidak gampang. Nulis artikel sendiri, promosi sendiri, desain sendiri, kalau ada masalah benerin sendiri, yang jaga sendiri, pengunjungnya paling sering kita sendiri.

    BalasHapus
  8. Cahya:
    Bukan saya, lho ya, Mas Cahya yang nusuk. Mas Aldy yang bilang. HaHaHa. Punya Mas Cahya, kan belum gulung tikar blognya, baru setengah terlantar. :D

    widodo:
    Lebih tepatnya pelengkap penderita, Mas Widodo. HaHaHa apalagi website BUMN atau pemerintah. Saya pernah punya pengalaman kirim email di halaman contact PLN tapi gak direken babar blas apalagi dibalas.

    Blog satu aja saya sudah susah ngurusnya apalagi 7 blog bisa modar aku update artikelnya. :D

    agus BF:
    Kalau saya cenderung setuju alon-alon asal klakon dan mlaku terus, Mas Agus daripada di awal ngebut tapi belum genap setahun sekarat alias tamat. :D

    Darin:
    Bicara pensiun dini banyak Mas Darin. Salah satu sahabat blogroll saya dulu ada. Baru 3 bulanan langsung tamat blognya ndak bangun-bangun lagi sampai sekarang.

    Saya ini termasuk yang terselamatkan. Awal ngeblog memang untuk make money online. Setelah tahu nyari duit online tak mudah saya banting setir jadi blogger dulu sampai sekarang. Mungkin setelah ini baru balik lagi cari duit. :D

    Jeprie:
    Kok, melas (kasihan) sekali menjadi blogger, Mas Jeprie? HeHeHe. Lha, semua-semua serba sendiri.

    BalasHapus
  9. mudah-mudah artikel saya nggak nggak pernah habis, jadi blognya nggak pernah gulung tikar

    BalasHapus
  10. Rohani syawaliah:
    Gimana mau gulung tikar, lha wong isi kepalanya banyak ndak habis-habis. Ajari aku, dung Hani gimana cari update blog bisa sehari sampai 10 kali. :D

    BalasHapus
  11. Konsistensi dan keseriusan dalam mengelola blog diperlukan agar blog tidak cepat gulung tikar. Banyak orang yang awalnya cuma ikut-ikutan, tapi bisa eksis karena ia konsisten mengupdate blognya.

    BalasHapus
  12. Analisis yang menarik dan saya kira ada benarnya Pak, terutama masih dianggapnya website sebagai pelengkap atau sekadar ajang prestise saja. Gak jauh-jauh deh. Website milik kampus saya aja masih kurang dioptimalkan untuk mempermudah dalam melayani mahasiswa. Padahal sebenarnya bisa didayagunakan untuk lebih memanjakan para mahasiswa.

    Belum lagi kurang up to datenya informasi yang dipublish (jarang diupdate, padahal ada beberapa pengumuman penting yang seharusnya disampaikan via website). Malahan terkesan masih mengandalkan papan pengumuman. KOnvensional banget kan? :)

    BalasHapus
  13. Wah parah juga ya? Perusahaan besar sekelas J.Co bisa tidak tahu kalau situsnya udah tidak bisa dibuka, Adminnya kemana aja tuh..

    BalasHapus
  14. Walau dengan semangat tersisa alias semangat kenceng kendor kenceng kendor, saya masih coba bertahan mas Jack.., Pis Pis Pis.

    BalasHapus
  15. berarti kembali kepeda mind set tentang pentingnya website itu sendiri. memang kebanyakan web company profile itu hanya pelengkap saja. saya lihat malah hampir kebanyakan seperti itu.

    secara garis besar antara company profile dan blog dari company profile itu menurut saya beda.

    company profile cenderung statis dan blog cenderung dinamis seperti jika ada event dan promo, bloglah yang berperan cuma di company profile ada semacam banner iklan yang meluncur ke blognya.

    akhirnya semua kembali ke SDA dan SDM perusahaan lagi ;)

    thank atas analisisnya, mas agus. mantap nih artikelnya. inspiratif, aktual dan di lengkapi fakta yang matang

    BalasHapus
  16. lo saya sebagai webdesigner malah diuntungkan dengan kondisi seperti itu pak :D

    BalasHapus
  17. HALAMAN PUTIH:
    Ya, betul sekali kuncinya konsisten.

    iskandaria:
    Berarti ndak hanya web corporate, perusahaan BUMN dan situs pemerintah aja yang begitu? Ternyata situs Universitas juga?

    Terimakasih poin tambahannya Mas Iskandaria.

    Realodix:
    Saya juga heran waktu itu. Kok bisa? Padahal blog personal saja sudah banyak yang hostingnya unlimited.

    Lintang Hamidjoyo:
    Blogger kaum sepuh tetap harus bertahan, Mas Lintang. Jangan kalah semangatnya dengan blogger muda-muda yang lagi kenceng2nya ngeblog. Bukan begitu? :)

    Andi Sakab:
    Kok nyebut Mas Agus, Mas Andi? Kalau di situs corporate idealnya, sih kalau menurut pendapat saya harusnya saling disinergikan antara konsep web yang statis dengan blog yang dimanis, Mas Andi. Jadi sebagai pengunjung kita tidak hanya disuguhi company profile aja tapi ada ezine atau newletter menarik yang secara berkala diupdate yang terkait dengan core bisnis dari corporatenya.

    Willy Merdiansyah:
    Haiya, betul-betul selalu ada yang menarik untung dengan situasi ini. Semakin banyak yang buat blog/situs maka web developer seperti Mas Willy akan diuntungkan. Terlepas nanti mau gulung tikar apa tidak itu bukan urusan yang design situsnya, toh. He He :D

    BalasHapus
  18. @joko : walah maaf saya salah menyebutkan nama :D susah kalo selebbloger selalu keinget dia mulu :D

    BalasHapus
  19. Membuat website memang sangat mudah, yang sulit adalah mengurus website yang telah dibuat.
    Website milik pemerintah juga banyak yang tidak diurus, bahkan seperti yang bro bilang tadi respon dari admin sangat lambat/bahkan saya pernah menemui website pemerintah yang tidak ada respon sama sekali untuk pertanyaan yang saya ajukan

    BalasHapus
  20. Andi Sakab:
    Ndak pa2, Mas Andi. Ingat Mas Agus Siswoyo, ya? He He He. Saya juga sering kepleset kadang kalau ngetik.

    eser:
    Kalau saya yang pernah itu di website PLN Jogja. Email saya di halaman Contactnya tidak ditanggapi samasekali. Terima kasih, Mas pengalaman Anda semakin menguatkan opini ini.

    BalasHapus
  21. ngomong soal gulung tikar, saya baru saja gulung tikar. Ya ampun, maksudku domain gratis imroee.tk saya, baru2 ini dicancel sama dot.tk. menyebalkan sekali dan lebih kesal lagi saat saya mengakses domain tersebut dan menemukan:
    "Selamat datang di imroee.tk
    imroee.tk adalah sumber informasi pertama dan terbaik mengenai movies,free games. Di sini anda juga menemukan link menarik lainnya. Kami berharap pencarian anda sukses!"

    heran deh kenapa punya saya munculnya kayak gitu, padahal ada juga domain sobat blogger yang dicancel - imtikhan.tk - yang muncul "Server not found" saat domain tsb diakses.

    Kayaknya, seperti yang disebutkan di atas, kebanyakan website yang cepat gulung tikar karena yang bikin tidak punya tujuan atau punya visi yang jelas. *seperti saya, mungkin*

    BalasHapus
  22. Wah aku kadang juga hiatus lama tapi gak ada niatan untuk clossed blog, maklum saja karena pake gratisan. Kalau oriented nyauntuk cari duit dan brand image harusnya tidak boleh terbelengkelai sih tapi kadang SDM di perusahaan itu yang masih mengangap remeh kekuatan di dunia maya ini :D
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    BalasHapus
  23. saya mencontohkan web kantor saya sendiri, biaya pembuatannya lumayan besar hanya untuk membayar tim perumus web (bayangkan saja ada tim perumus, betapa hebatnya web tersebut) nyatanya yang terjadi setelah pembayaran dengan rekanan selesai, ada pemeriksaan dianggap "oke", ya sudahlah.... jadinya ya update ga pernah, operator pada pergi cari obyekan sendiri hehe.
    Semoga saja blog yang saya buat bisa bertahan lama

    BalasHapus
  24. bukan cuma jco.. McD delivery dulu juga sempet down lama banget.. hahaha..

    BalasHapus
  25. salah satu penyebab umum adalah tertipu iming-iming kaya mendadak dari internet. hehehe...

    BalasHapus
  26. mas joko:

    yang paling penting itu sejak awal sudah memikirkan apa yang ingin dituliskan

    saya waktu pertama ngasih nama blog aja sesuai dengan nama saya sendiri

    jadi isinya tentang diri saya sendiri

    bahkan jas hujan yang saya pake ikutan masuk

    pokoknya ada kaitannya dengan saya

    hohohooho......

    saya malah kewalahan loh mas

    waktu kurang

    tapi ide meletup2 di kepala

    BalasHapus
  27. Imroee:
    Banyak blogger yang sering bilang ke saya selama masih ada yang gratis mengapa harus pakai yang berbayar. Pendapat ini memang benar di satu sisi. Namun di sisi lain begitulah kalau layanan gratis, sewaktu-waktu resiko akan ditutup dengan seenaknya saja oleh providernya, Mas Imroee. Termasuk blog ini pun bukan tidak mungkin akan bernasib sama karena hostingnya masih numpang di Blogger com.

    Kalau blog Mas Imroee saya yakin bukan tidak punya tujuan tapi masih nyari bentuk. Bukan begitu, Mas?

    Sugeng:
    Kadang memang yang berbayar itu yang memacu kita menjadi serius dan penuh semangat Mas Sugeng.

    mas-tony:
    Rata-rata web corporate dimana-mana memang banyak yang begitu, Mas Tony. Justru yang personal blog malah diurus dengan serius oleh admin blognya. Ya, saya doakan Mas Tony awet ngblognya.

    Blogger Ceria:
    Lha, kan makin banyak aja ternyata contoh kasusnya. Terima kasih tambahannya.

    Agus Siswoyo:
    Setelah tertipu lalu tobat ngeblog dan gulung tikar. Ha Ha Ha :D

    BalasHapus
  28. Rohani Syawaliah:
    Oh, ada my honey yang kelewatan belum tak bales komennya. :))

    Yang saya kagumi dari Hani, ya itu ide-idenya banyak seperti tak akan ada habis-habisnya. Kebanyakan blogger umumnya justru sebaliknya, bingung mau nulis apa karena tak punya ide.

    BalasHapus
  29. Bisa juga kan website nya diurus bersama, mis. dengan rekrut teman-teman dekat buat ngembangin websitenya, dengan gitu, websitenya ga bakal terlantar, dan juga up to date :)

    BalasHapus
  30. Begitu ternyata ya... Pantas saja kami sering menemukan blog yang tidak pernah update berbulan-bulan atau bahkan tahunan...:)

    BalasHapus
  31. Mantab, mas ulasannya. Pencerahan baru, wawasan baru. Malu bertanya sesat di jalan. Besar kemaluan tidak bisa jalan. Ya, kan?? Ya, Toh??...

    BalasHapus
  32. Farly Blitzkrieg:
    Bisa juga gitu, Mas. Seperti website komunitas yang dikelola bersama-sama.

    Newyorkyakarta:
    Itulah faktanya. Di internet banyak sekali kita temuai blog-blog yang seperti itu.

    Aji Prastika:
    Betul, Mas. Terima kasih untuk kunjungan dan komentarnya.

    BalasHapus
  33. Hehehe, sama ..kantor gue aja web nya juga kagak pernah di update ... paayyaahh memang ..

    BalasHapus