Rabu, 09 Juni 2010

Siapa Bilang Ngajak Ke Surga Tak Perlu Beriklan?

Iklan Adsense
Coba, deh amati iklan yang saya lingkari itu! Saya, kok tiba-tiba menjadi heran dan ingin bertanya kepada Anda. Pertanyaan saya:

  1. Sejak kapan ngajak Sholat pakai beriklan Google Adwords
  2. Apakah ini tidak aneh menurut Anda?
  3. Bukankah pakai ceramah-ceramah agama saja biasanya sudah cukup untuk mengajak orang Sholat?
  4. Katanya iklan Google Adsense selalu relevan. Itu iklannya cuma dua tapi mengapa tak kompak?

Coba Anda bandingkan dengan kehebatan iklan PPC lokal dari Kumpul Blogger di bawah ini!

Iklan lokal

Dan pertanyaan saya kepada Anda adalah:
  1. Mengapa PPC lokal iklannya banyak tapi bisa kompak? Yaitu kompak ngajak-ngajak kaya semuanya?
  2. Apakah tak takut sekarang banyak orang mati mendadak gara-gara jantungan? Bagaimana kalau mereka kaget lalu tiba-tiba mati karena kaya mendadak?
  3. Apakah para advertiser lokal memang isinya orang kaya semua sehingga karena saking kayanya mesti ngajak-ngajak orang lain untuk menjadi kaya juga?
  4. Apakah internet di Indonesia sebagian besar pengaksesnya adalah dipenuhi oleh orang-orang yang cari informasi untuk menjadi kaya dari internet sehingga hanya iklan seperti itu yang paling laku di internet?
Sama-sama iklan, sih. Yang namanya iklan ya sama saja, tetap pada akhirnya ya jualan. Yang menarik, sama-sama dari jenis iklan PPC (Pay Per Click) mengapa bisa beda seratus delapan puluh derajat?



Bookmark and Share

20 komentar:

  1. Terus terang, aku selama ini jarang merhatiin iklan yg ada di blog sih, jadi ya kurang tahu aneka jenis iklan yg ada, hehehe

    BalasHapus
  2. Berarti, memang banyak orang yg cari info ttg gimana bisa cepat kaya.
    Berarti juga banyak orang yg kaya mendadak dan 'cari teman'...
    Untung aja banyak orang baik yg mau berbagi tips utk cepat kaya... hehehe

    BalasHapus
  3. Ya bagaimanapun bagi saya Adsense sebenarnya iklan paling relevan mas, seperti iklan di atas, tapi karena iklan di atas dipasang menggunakan "Google friend Connect" Seperti punya Saya, jadi bisa muncul di postingan berbahasa Indonesia. Jadi kadang juga ga nyambung sama artikel berbahas Indonesia. (Sebenarnya account adsensenya tidak menggunakan blog tersebut, tetapi menggunakan blog lain sebagai pendaftar adsense (berbahasa Inggris)). Karena jika adsense terpasang di artikel yang berbahasa Inggris, biasanya menyesuaikan dengan artikelnya, sehingga memacu pengunjung (yang bukan blogger tentunya) untuk 'ngeklik' iklan tersebut, karena mirip-mirip "menu" di blog tersebut.
    Untuk PPC indonesia, ga tau ya mas, kok bisa gitu, menurut saya sih penayangan berdasarkan jadwal xixixixi... sorry kalau ga nyambung ...

    BalasHapus
  4. catatan kecilku:
    Kasihan dong, Mbak! Mbok sekali-kali dilihat dan diklik iklannya agar tidak mubazir. He2

    the others>:
    Begitulah. Boleh dibagi ke saya tipsnya untuk menjadi kaya mendadak itu, Mbak Reni? Ah, nggak usah ding jantung saya tak kuat soalnya.

    MisterXWebz:
    Ya, kalau content-nya pakai bahasa Inggris, sih biasanya selalu relevan adsensenya. Cuma PPC Lokal ini yang saya tak paham. Kok gak pernah nyambung muatan isi iklannya?

    BalasHapus
  5. Mas DJoko, mungkin google nya bingung mau nampilin iklan apa, jadi gak relevan dech dengan artikelnya... :)

    BalasHapus
  6. Lintang:
    Tapi kali ini saya lebih menyukai iklan Google yang nggak relevan itu, Mas Lintang daripada iklan Kumpul Blogger sing ngapusi tok isinya. Pingin kaya, kok ya ngajak-ngajak!

    *Namanya juga usaha ding*

    BalasHapus
  7. Aku kalau mengunjungi blog tidak perhatian sama iklannya. Jadi gak begitu ngeh...
    Salam

    BalasHapus
  8. hihihihihi
    unik juga
    satu cara beribadah yah
    ^-^

    mampir mampir
    silaturahmi
    ^-^

    salam kenal dulu yah sebelumnya
    ^-^

    BalasHapus
  9. Memang ppc lokal itu juga menyesuaikan area tertentu kudu dibumbui dengan sedikit ngapusi gembar-gembor koyo' tukang jamu, kalau tidak begitu jualannya tidak laku, beda dengan adsense dunia segmentasinya sudah smart jadi advertise-nya juga menyesuaikan smart advertising.

    BalasHapus
  10. Anonim:
    Mbok sekali-kali dilihat iklannya agar tidak mubazir. Kasihan bloggernya nanti udah capek-capek masang tak dilihat. Hi..Hi..

    Wiedesignarch:
    Terima kasih sudah mampir. Salam kenal juga, Mbak.

    Agus:
    "Gembar-geombor koyo tukang jamu?"
    Hi...Hi... Benar, Mas Agus, memang kalau advertisernya nggak gitu akan sulit lakunya.

    BalasHapus
  11. jah namanya juga orang punya usaha .... jd dengan cara apapun beriklan untuk memajukan usahanya....

    BalasHapus
  12. Wah, salah satu peserta kontes SEO rupanya yang berkomentar disini. Cara apapun? Jangan berkata begitu, ah! Kasihan, kan kalau orang yang nggak tahu apa-apa nanti berharap bener, lho.

    BalasHapus
  13. 1. Sejak kapan ngajak Sholat pakai beriklan Google Adwords?

    mngkin sejak banyak org2 yg ningalin sholat mas, hehe..

    2. Apakah tak takut sekarang banyak orang mati mendadak gara-gara jantungan? Bagaimana kalau mereka kaget lalu tiba-tiba mati karena kaya mendadak?

    kalo mati, anaknya langsung dpt warisan medadak mas, haha...

    3. Apakah para advertiser lokal memang isinya orang kaya semua sehingga karena saking kayanya mesti ngajak-ngajak orang lain untuk menjadi kaya juga?

    hmm, kaya apa dulu mas??kalo kaya monyet y ogah aku mas, hahaha...

    ahahhaha..pertanyaanny lucu mas..
    maaf malah jd guyonan, hehe....

    BalasHapus
  14. Phuad:
    Pertanyaan yang tak perlu dijawab sebenarnya, Mas Fuad. He2. Saya yakin semua blogger rata-rata pada tahu. Tapi kalau dijawab ya tidak apa, malah membuat tambah jelas. Hi2

    BalasHapus
  15. Pagi mas joko, akhirnya ketemu mas untuk masalah "Kotak komentar" jadi kita bisa pakai 2 alternatif,
    Form di semat di bawah entri, dan jendela munculan.
    Silakan kalo mas joko tertarik ke link ini mas :

    http://ruangsc.blogspot.com/2010/05/membuat-link-untuk-form-komentar-popup.html

    BalasHapus
  16. MisterXWebz:
    Pagi juga. Terima kasih, Mas. Oke, saya langsung meluncur ke TKP. He...He....

    BalasHapus
  17. Mungkin ceramah2 di masjid sudah tidak efektif lagi, Mas. Jadi harus dilakukan terobosan. hehehe...

    BalasHapus
  18. Meski pada akhirnya semua adalah jualan tapi betul seperti kata Mas Anis, saya juga salut dengan terobosannya.

    BalasHapus
  19. Salam sobat...
    Mengenai pertanyaan sobat tentang embed comment form, Insya Allah besok dipublish. Jadi silahkan saja pelajari caranya.

    Artikel yang menarik sob. Kritis dan memberi pencerahan.
    Iklan kita memang begitu, soalnya kebanyakan masyarakat kita mudah tertarik untuk menjadi kayak secara gampang, hehehe...

    BalasHapus
  20. eNeS:
    Terima kasih, Kang eNeS. Saya tunggu nanti kalu artikelnya sudah terbit.

    Kaya secara instant! Begitulah. He...He....

    BalasHapus