Jumat, 18 Juni 2010

Saran Saya: “Berhentilah Ngeblog!”

Writing SpiritMenjadi seorang penulis atau lebih spesifiknya menjadi seorang blogger pasti pernah mengalami kedua hal ini. Yaitu yang pertama masa-masa kehilangan ide untuk menulis. Dan yang kedua masa-masa kehilangan mood, gairah, atau passion untuk menulis. Pernahkah Anda mengalami kedua hal ini pada blog Anda? Jika misalnya pernah lalu apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasinya?

Banyak cara sebenarnya yang bisa dilakukan oleh blogger untuk membangkitkan ide kembali. Dan caranya bisa bermacam-macam untuk tiap-tiap blogger. Kalau A.A. Navis, sastrawan dari Padang, Sumatra Barat yang dikenal dengan julukan "Sang Kepala Pencemooh" sangat unik, suka mengurung diri atau berdiam cukup lama di kakus untuk mencari ide. Kalau Anda saya yakin juga punya cara tersendiri dalam membangkitkan ide. Untuk kali ini saya tak akan bahas bagaimana cara untuk membangkitkan ide tersebut. Silahkan kalau mau Anda bisa baca tulisan lama saya Bagaimana Jika Kehilangan Ide Menulis. Di artikel itu sudah saya tulis tips-tips bagaimana cara untuk menggali ide.

Bagi blogger gaek yang sudah lama malang melintang di blogosphere mungkin sudah merasa tak sulit untuk membangkitkan ide ini karena semakin tinggi jam terbang Anda dalam ngeblog dan menulis, apapun bisa ditulis. Nah, bagaimana kalau yang hilang adalah mood, gairah, atau passion untuk menulis? Bagaimana cara membangkitkan kembali mood tersebut? Apa yang harus Anda lakukan?

Terus terang itu pertanyaan sulit, karena bagi saya masih lebih mudah untuk membangkitkan ide daripada membangkitkan mood untuk menulis dalam ngeblog. Mengapa? Kalau lagi malas berhubungan intim dengan istri mungkin bisa banyak cara untuk memancing mood-nya kembali. He...He... Tapi bagaimana kalau urusan yang satu ini, mood tiba-tiba menghilang untuk menulis di blog? Saya belum menemukan cara yang ampuh selain cara-cara klasik yang biasa saya lakukan ini.

Salah satu cara membangkitkan mood menulis di blog biasanya saya hanya bertanya 3 hal berikut ini pada diri saya sendiri. Dan daftar pertanyaan saya tersebut adalah seperti ini:

  1. Apakah saya masih punya tujuan untuk ngeblog?
  2. Apakah saya masih dapat manfaat dengan ngeblog?
  3. Apakah masih penting ngeblog itu buat saya?

Saya akan selalu menanyakan itu berulang-ulang terus sambil merenung ke diri saya. Jika jawaban yang muncul pada poin satu, dua dan tiga semuanya kompak jawabannya “Masih” maka saya harus tetap memaksa diri saya untuk terus ngeblog dan menulis. Tak peduli walaupun misalnya besok akan kiamat, ngeblog akan tetap jalan terus. Lol.

Kalau urusan untuk paksa memaksa diri, bukankah segala sesuatu memang terkadang harus begitu, kadang perlu dipaksa. Seorang militer pun sebelum akhirnya penuh disiplin juga dulu awalnya juga dipaksa. Contoh lain, sebelum orang bisa tertib dengan aturan, entah itu sebuah norma di masyarakat, tata tertib di tempat kerja atau sekolah, bahkan hukum sebuah negara sekalipun, bukankah awalnya orang pun harus dipaksa dulu agar mau patuh?

Namun, saya tak menutup mata adakalanya saat Anda merenung ternyata jawaban Anda pada ketiga pertanyaan saya tersebut ternyata sudah mulai tidak kompak. Ada yang jawabannya “Masih” dan ada sebagian lagi yang jawabannya “Tidak”, bahkan bukan tidak mungkin suatu saat ketiga jawabannya kompak “Tidak” semuanya. Kalau sudah begitu percuma bukan diteruskan ngeblog? Percuma, kan melakukan sesuatu pekerjaan yang kita sendiri tak tahu tujuannya kemana, terus tak dapat manfaat apapun dari pekerjaan itu, dan sudah tak penting lagi buat kehidupan kita?

Jika keadaan yang terakhir itu nanti benar-benar terjadi pada diri Anda, dengan sangat terpaksa saya ingin mengatakan ini kepada Anda. Saran Saya: “Berhentilah ngeblog!”

Lho-lho, saya, kok tak memotivasi malah berkata seperti itu kepada Anda. Mengapa? Jawab saya sederhana: “Toh, dunia tak akan berhenti berputar dan tiba-tiba menjadi kiamat seketika hanya gara-gara Anda berhenti ngeblog, bukan?”

Semoga Anda tak kehilangan motivasi dan benar-benar terus Berhenti ngeblog hanya gara-gara membaca judul nge-flame yang ada di atas tulisan ini. He…..He…..




Bookmark and Share

16 komentar:

  1. Tulisan Mas Joko ini benar-benar relevan dengan apa yang sedang saya alami: paceklik ide; mood hilang; dan (secara pribadi) saya mulai merasa ngeblog tidak lagi menyenangkan (buat saya). Entah kenapa. hehe...

    Mohon petunjuknya, Mas!

    BalasHapus
  2. Saya juga pernah mengalami masa-masa kehilangan semangat dan ide bahkan boleh dibilang sering, tetapi saya bersyukur karena dari ketiga pertanyaan Mas Joko di atas, saya tidak pernah memiliki jawaban "TIDAK" untuk Point 2. Sampai saat ini saya masih merasakan manfaat dari ngeblog setidaknya bagi saya sendiri.

    @ Mas Anis : Walaupun saat ini sedang mengalami kehilangan Ide dan Mood tetapi kok sempat-sempatnya bikinin Background Musik untuk Video Tuturial pada Link Sukses. Apalagi musik terakhir ber-title "LIVE YOUR FREAM!"......

    BalasHapus
  3. Anis Fahrunisa:
    Silahkan ambil cuti dulu dari bloggingnya untuk sementara waktu, Mas Anis. Mudah-mudahan setelah itu nanti bisa bergairah dan kembali lagi ngeblog, Mas Anis. Tetap semangat.

    Yuda:
    Syukurlah Mas Yuda kalau passion itu masih tetap ada dan terus menyala. Kalau saya akhir-akhir ini nggak tahu kenapa justru saya sendiri yang ngalami kehilangan mood, tak bergairah, padahal ide sebenarnya banyak. Akhirnya, saya pakai jurus memaksakan diri agar tetap mau menulis.

    BalasHapus
  4. BM mngkn sesekali bs menyapa sy, tp smg tdk smpai berhenti ngeblog...khn br aja mulai? Rencana kdpn tuk prkembangan blog sy malah blm smpat direalisasikan krn nunggu plg ketanah air.

    Klu sy kayaknya terlalu bnyk ide, yg kurang skill menulis? Jadinya kurang bisa mengolah ide yg ada. Apa bedanya ya?

    BalasHapus
  5. Iya mas, kalo dah pensiun lama gak ngeblog tambah cunthel je... kalau berhenti saya masih pikir2 je mas, sebab roda ekonomi bergerak dgn alat bantu blog je, :))) ---- Salam

    BalasHapus
  6. Amatullah. Syukur:
    Ide banyak itu sangat bagus, Mbak. Banyak orang tak punya ide sampai berusaha keras mati-matian memunculkan ide dengan berbagai cara. Masalah kemampuan menulis itu tinggal jam terbang saja, akan terasah dengan sendirinya seiring dengan seringnya kita menulis dan membaca karya tulisan orang lain.

    Lintang:
    Kali ini saya salah mengartikan tentang kata "Kiamat". He2. Kalau ngeblog sudah jadi mata pencaharian seperti Mas Lintang berarti kalau sampai berhenti ngeblog itu artinya kiamat benar-benar akan datang. Lol

    BalasHapus
  7. Sampai hari ini aku masih sangat cinta dengan blog...! So, ayo terus ngeblog..! :D

    BalasHapus
  8. Beberapa kali sih aku pernah hilang ide dan hilang mood. Tapi untungnya masih bisa teratasi.. :)

    BalasHapus
  9. Mungkin intinya, ya kalo udah ga bisa mbok ya jangan dipaksa hehehe...
    Tulisan yang dipaksakan malah ngga bagus loh :p

    BalasHapus
  10. secangkir teh dan sekerat roti:
    Selamat kalau gitu da tetap semangat ngeblog.

    catatan kecilku:
    Terima kasih ajakannya, Mbak Reni. Insya Alloh, mudah-mudahan saya terus ngeblog.

    the others..:
    Boleh dibagi cara-caranya ke saya, Mbak? Serius, lho.

    adhie//DesainQu:
    Dipaksa! Oke, Mas Adhie sarannya akan saya pertimbangkan, walau itu juga terpaksa akan saya lakukan. Lho, terpaksa lagi! He2

    BalasHapus
  11. Memang butuh kerja keras, untuk mencari ide mas, Wah hampir saja saya ngalami mas, untuk berhenti ngeblog, ketika blog saya kena sandbox... padahal pas semangat2nya je,, hee.. tapi untung ada semangat dari teman2... dan syukur sekarang sudah terindex lagi... terima kasih mas masukannya ...

    BalasHapus
  12. MisterXWebz
    Sama-sama, Mas. Syukurlah kalau sudah normal kembali. Tetap semangat, Mas! Dan yang penting optimisasi blognya jangan terlalu tinggi agar tak masuk sandbox lagi.

    BalasHapus
  13. klo menurut saya, jika kita tdk bakat nulis buku, ato apa gt, justru dengan blog lah sel-sel otak saya difungsikan untuk memikirkan banyak hal, kemudian dituangkan dalam blog....

    dengan memikirkan ide2 ngeblog artinya kita benar2 memfungsikan otak kita, daripada hanya terpasang sebagai hiasan dalam batok kepala aja.....

    namun semua itu kembali ke personal masing2...

    http://kodzan.blogspot.com
    http://kpadaku.blogspot.com

    Thanks!

    BalasHapus
  14. saya juga mau tanya: apakah mas Diptara mau berhenti ngeblog sebagaimana yang sudah mas sarankan kepada para blogger lain??

    BalasHapus
  15. kodzan
    Jangan bicara menulis adalah bakat, Mas. Yang lebih pas adalah menulis adalah skill karena pada dasarnya bisa dipelajari.

    Betul sekali, anggap saja ngeblog adalah memberdayakan otak, terutama otak kanan yang secara umum kurang dieksplore oleh banyak orang karena sehari-hari kita banyak menggunakan otak kiri.

    Tentang pertanyaannya, saya bisa jawab: Selama ketiga jawaban diatas masih kompak jawabannya "Masih/Ya", insya Alloh saya akan terus ngeblog, Mas.

    BalasHapus