Jumat, 23 Oktober 2009

9 Kriteria teman yang pantas diremove di Facebook

FacebookKalau anda biasa main di micoblogging Twitter, tentu hal yang biasa jika kita follow (istilah untuk join menjadi teman di Twitter) dan kemudian tiba-tiba berubah menjadi unfollow pada seseorang yang sebelumnya kita follow, jika suatu saat kita mulai bosan atau merasa tidak cocok dengan orang tersebut.

Mengapa? Karena di Twitter semakin banyak teman yang kita follow ibarat kita sedang mendengarkan berbagai macam kicauan burung sekaligus seperti di pasar burung saja. Orang banyak menci ci cuit dengan berbagai macam update tweet yang berbeda-beda, yang memang bisa bikin pusing kepala. Hal yang sama akan sedikit aneh jika ini kita lakukan, meremove salah satu teman di Facebook. Ada apa? Mengapa saya tiba-tiba diremove? Itu pasti pertanyaannya.

Apa yang saya utarakan diatas adalah salah satu kelebihan Twitter jika dibandingkan dengan Facebook. Namun adakalanya hal yang sama perlu kita lakukan seperti di Twitter pada Facebook, meremove teman yang kita anggap tidak ada gunanya karena adanya beberapa kriteria yang pantas kita jadikan alasan untuk meremove dan tidak lagi mau melanjutkan pertemanan.

Nah, berikut ini adalah 9 Kriteria teman yang pantas diremove di Facebook, yang bisa kita jadikan alasan untuk meremovenya dari daftar teman kita:

1. Tidak saling kenal
Tidak selalu orang yang menginvite kemudian akhirnya menjadi teman kita di Facebook adalah orang yang kita kenal. Baik kenal di dunia offline (nyata) maupun online apalagi jika bukan tipe teman dalam seprofesi, sehobby atau teman dalam komunitas lain di dunia maya, tentu tidak ada gunanya berteman dengan orang seperti ini karena kita pun pasti bingung mau ngobrol apa dengan teman seperti ini sehingga saya rasa kita sudah cukup punya alasan untuk meremove atau tidak melanjutkan pertemanan dengan orang seperti ini karena hanya akan bikin penuh address book saja.

2. Tidak peduli dengan anda
Salah satu alasan kita berteman adalah untuk berbagi, baik di kala suka maupun duka. Lantas apakah tetap kita pertahankan jika salah satu dari teman kita di Facebook ada yang cuek, tidak memperdulikan kita? Contoh misal kita lagi sakit dan kemudian menuliskan status mengabarkan kalau sedang sakit, tapi dia sama sekali cuek, tidak peduli dengan kita untuk hanya sekedar kirim sebuah komentar pada status kita.

3. Terlalu asyik dengan dirinya sendiri
Hampir sama dengan alasan nomor dua, apakah perlu kita teruskan berteman dengan orang AUTIS yang terlalu asyik dengan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan orang lain? Contoh Facebooker yang lebih asyik main game Mafia Wars tanpa peduli sama sekali dengan kita apalagi mengomentari status yang kita buat.

4. Terlalu hyperaktif update status
Seorang teman yang terlalu hyperaktif update status, terlebih dengan hal-hal yang hanya berupa “What are you doing” saja tanpa memberikan manfaat apapun buat kita, kita juga punya pilihan untuk meremovenya. Mengapa? Karena update status teman seperti ini hanya akan memenuhi halaman atau dinding Facebook kita. Kasihan, kan teman kita yang lain, yang hanya sesekali update status di Facebook jadi tidak terlihat karena cepat tergeser ke bawah oleh update status orang-orang yang model begini.

5. Mempunyai sifat-sifat buruk
Lingkungan tidak bisa dipungkiri sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Jika kita setiap hari disuguhi update status dari teman yang isinya cuma misuh-misuh, mengejek, menghujat dan menghina orang lain setiap hari, kita secara tidak sadar sudah membiasakan diri membaca dan mendengar sifat negative ini. Jadi jangan heran suatu saat kita akan menganggap biasa sebuah pisuhan dan berubah ketularan sifat buruk seperti ini. Maka agar hal ini tidak sampai terjadi, kita punya pilihan untuk meremove teman model seperti ini.

6. Berlagak seperti artis
Dalam sebuah pertemanan kita tentu ingin mendambakan sebuah kesetaraan, dianggap dan tidak diperlakukan sebagai ikan kecil diantara ikan-ikan kecil lainnya dalam sebuah kolam luas dimata teman kita yang berlagak seperti ikan besar, sok artis. Teman seperti ini samasekali tidak menghargai kita. Nah, saya rasa kita juga punya pilihan untuk meremove model teman yang begini.

7. Hanya mau menerima tidak mau memberi
Di Facebook ternyata tidak sedikit orang yang lebih suka menerima komentar dalam statusnya, tapi tidak terlalu peduli dengan memberi komentar sebaliknya pada status yang kita buat. Kasarnya hanya mau menerima tapi tidak mau memberi. Apakah orang seperti ini juga pantas tetap dipertahankan jadi teman kita?

8. Menjadikan anda sebagai obyek bisnis
Semua orang pasti tidak suka dijadikan obyek. Apalagi obyek bisnis berorientasi profit. Kalau kita hanya dijadikan sebagai obyek bisnis dalam sebuah pertemanan yang tanpa ada impact apa pun buat kita sendiri, ngapain harus rela diperlakukan dan menjadi teman orang model seperti ini?

9. Pasang Avatar bukan foto dia
Sudah kita tidak kenal siapa dia, profile juga dibuat sangat tertutup, avatar juga bukan berupa foto dia, apakah juga perlu berteman dengan orang seperti ini? It is okey mau pasang avatar bukan foto tapi itu bila kita sudah kenal dan sudah tahu siapa dia. Kalau tidak, ya buat apa berteman dengan orang introvert seperti ini. Betul tidak?

Demikian, semoga posting 9 Kriteria teman yang pantas diremove di Facebook ini bisa menjadi ajang instropeksi diri dan sebagai bahan renungan bersama, apakah kita sudah termasuk kategori teman yang baik buat orang lain?



Bookmark and Share

10 komentar:

  1. alasan nomer satu iya bgt..
    belakangan ini saya sering mensortir kembali list tmn2 saya di fb. Klo saya merasa sama skali ndak pernah kenal ato ngobrol ato hub apapuuunn..
    saya lgsg remove, bgtu dgn menerima permintaan pertemanan (adoohh kliatan bgt saya pake fb berbahasa Indonesia :D), klo dari request tnpa pesan biasanya saya males approve klo sm skali ndak kenal.
    sometimes sih saya msh mau nanya, "kamu siapa?" klo ternyata dia sodara ato siapalah yg saya kenal ya saya approve, tp ternyata ndak.. ya maaf saya ignore.. :D :D

    trus klo yg suka pamer2 kemesraan tp msh pacaran dengan poto2 ciuman, pelukan... dsb, trus pas putus saling memaki dan mengumbar kebencian, trus nyambung lagi dan kebiasaan pamer kemesraan kembali berulang, itu msk kategori mana yah??? :P *lg headline soalnya inih di otak saya

    pokoknya pualing pas buat saya yang nmr 1, 4 sm 5..
    yg laennya saya msh bisa tolerir, mentok2 saya hide dari "kabar terkini" *apa sih inggrisnya inih?? :P

    BalasHapus
  2. "Kalau yg suka pamer2 kemesraan tp msh pacaran dengan poto2 ciuman, pelukan... dsb." Menurutku, sih kategori AUTIS, bisa no 3 dan 4.

    Akur, Lis, Orang boleh bilang apa untungnya berteman denganku. Kalau mau ngeremove, ya silahkan aja!

    Aku pun boleh bilang, aku juga punya hak untuk memilih tidak berteman dengan orang yang sering mengusik hidupku seperti kriteria no 5. Betul tidak?

    BalasHapus
  3. berteman di situs jejaring sosial itu memang yg diperlukan kualitas, bukan kuantitas.... heheheh

    BalasHapus
  4. Setuju Bang Bandit, kualitas pertemanan lebih penting, daripada banyak tapi tidak ada saling kepedulian. Hem,... syukur-syukur, sih bisa meraih dua-duanya.

    BalasHapus
  5. setuju...kualitas lebih penting dari kuantitas

    BalasHapus
  6. maksih infoy...9 kriteria smuay gw stuju..bikin..jengkel punya tmen bgtu..

    BalasHapus
  7. wah ternyata ada yang sudah membuat kriteria seperti ini juga... hohohohoh
    tapi saya nggak copas ya?

    BalasHapus
  8. Rohani syawaliah:
    Kriteria ini saya tulis berdasar pengalaman pribadi, Mbak. Beberapa ciri teman di atas semuanya ada dan saya jumpai dalam daftar teman2 saya di FB.

    BalasHapus
  9. Betul mas joko , aq juga setuju terutama point nomor 7 . Enak aja tipe temen yg gini, lha wong dia duluan yg minta pertemanan dgn saya ..eh malah saya yg lebih aktif memancing obrolan dgn mengomentari Status2 FB yg dia buat . TAPI ketika saya buat Status FB , boro-boro dia nggak mau sama sekali balik ngasih komentar. Menyebalkan ! Pernah sih dia ngasih Koment dan Like tapi jarang (Masih lebih banyak saya). AKHIRNYA saya ambil keputusan mulai skrg saya udah gak pernah lagi saling tegor dengan dia !

    BalasHapus
  10. Zona Kuncoro:
    Orang banyak yang bilang namanya berteman itu idealnya ya harus timbal balik. Kalau hanya mau menerima saja tapi tak pernah memberi, ya rata-rata orang pasti tak suka berteman dengan orang model begitu. Betul, ndak?

    BalasHapus