Minggu, 11 Oktober 2009

Anda termasuk tipe pekerja yang mana?

tipe pekerja
Dalam dunia kerja dan usaha, paling tidak kita mengenal ada 4 tingkatan atau strata pekerja. Silahkan anda simak dan baca baik-baik ulasan saya berikut, dan kemudian simpulkan sendiri anda termasuk kategori yang mana!

Saya tertarik mengulas ini karena melihat banyak kawan saya yang resah, tak terkecuali saya saat mendengar restrukturisasi besar pada perusahaan dimana kami bekerja sehingga menginsipirasi saya untuk menulis posting ini, sekedar untuk berbagi renungan bersama.

Tanpa ada maksud untuk menggurui semua kawan saya, yang mungkin kebetulan baca posting ini. Pada saat seperti sekarang ini akan terlihat level kita berada di tingkatan yang mana. Dan strata ini sedikit banyak mempengaruhi tingkat kesiapan kita menghadapi contoh perubahan besar seperti sekarang ini.

Baiklah, tidak usah berpanjang lebar, mari kita ulas sama-sama. Saya mulai dari urutan tingkat yang paling rendah, kemudian berturut-turut menuju tingkatan yang paling tinggi.

1. Pekerja tetap

Definisi pekerja tetap disini bukan berati dibatasi hanya golongan pekerja bukan kontrak saja, tapi termasuk didalamnya adalah pekerja kontrak dengan jangka waktu tertentu. Pekerja yang masuk kategori ini adalah seorang yang terikat atau mengikatkan diri pada perusahaan yang memakai jasanya. Sehingga karena ikatan ini terikat dengan aturan SOP (Sistem Operasional Prosedur) perusahaan yang memekerjakannya. Pendeknya, dia sudah terikat sehingga tidak ada keleluasaan waktu apalagi mengikatkan diri dobel dengan bekerja di perusahaan lain. Karena hampir tidak ada satupun perusahaan membolehkan karyawannya bekerja terikat dengan perusahaan lain selain dengan perusahaan tempat dia bekerja.

Pada strata ini nilai tawar pekerja lebih rendah dari perusahaan yang memperkerjakannya. Atau ekstremnya perusahaan bisa bilang dengan entengnya seperti ini kepada anda:

"Nggak ada kamu kami masih bisa rekrut orang lain untuk menggantikan posisi kamu. Jadi nggak usah merasa sok penting, belagu apalagi merasa paling dibutuhkan di perusahaan ini."



2. Pekerja Freelance

Para Pekerja Freelance adalah pekerja spesialis atau pekerja khusus yang mempunyai keahlian sedikit langka karena skillnya jarang dimiliki kebanyakan para pekerja umumnya. Sehingga pekerja seperti ini tidak perlu mengikatkan diri atau terikat dengan perusahaan yang memakai jasanya. Dia punya kebebasan memilih salah satu bahkan bisa beberapa perusahaan sekaligus yang membutuhkan jasanya tanpa ada ikatan permanen yang mengikat, membatasi ruang gerak dia seperti pada pekerja tetap. Pendeknya, dia mempunyai bargaining power untuk menentukan harga dari jasanya berapa pada perusahaan yang membutuhkan jasanya.

Pada posisi strata ini antara pekerja dan perusahaan bisa sejajar dan bisa juga malah pekerja punya nilai tawar lebih tinggi dari perusahaan yang memakainya. Si Pekerjanya bisa aja bilang seperti ini kepada perusahaan yang memakai jasanya:

"Lu, nggak usah mentang-mentang, deh ama gua. Emang lu aja yang bisa bayar gua? Diluar sana perusahaan lain juga pada ngantri berebut untuk makai jasa gua."



3. Owner

Tingkatan strata ketiga, Owner, adalah impian semua orang yang sudah mulai gerah kerja ikut orang. Pada tingkatan Owner anda adalah pemilik, Bigbos yang punya kuasa penuh untuk mengatur dan mengendalikan perusahaan anda. Bahasa kerennya anda adalah seorang enterpreneur atau pengusaha. Pekerja dalam tingkatan Owner seperti ini biasanya kalau dalam perusahaan duduk di jabatan CEO, Presdir atau dibelakang layar di jajaran Komisaris (BOC).

Faktanya, sangatlah tidak mudah untuk mencapai tingkatan strata ini. Hanya ada 2 cara untuk bisa mencapai tingkatan ini. Pertama, kalau anda pernah baca buku ‘Kisah Sukses 25 Milyader Dunia Drop Out’ terbitan Redaksi Tangga Pustaka, betapa diceritakan dalam buku tersebut para milyader untuk menjadi orang sukses dan kaya, butuh impian setinggi langit, kerja keras dan langkah berani yang salah satunya meninggalkan bangku kuliah yang faktanya hanya mendidik kita untuk bermental pegawai seperti mayoritas sarjana-sarjana kita, makanya, orang-orang seperti Bill Gates, pendiri Microsoft, Roman Abramovich, pemilik klub sepakbola Chelsea, Steve Jobs, pemilik Apple, Ray Krock, pemilik waralaba McDonald’s lebih memilih drop out meninggalkan bangku kuliah mereka demi mengejar obsesinya sehingga bisa mencapai tingkatan ini. Kedua, untuk mencapai tingkatan Owner, anda harus lahir dari ‘Tulang Kaya’ Hi…. Hi…..Sehingga anda tidak perlu susah-susah, hanya cukup meneruskan warisan kerajaan bisnis orang tua untuk menjadi Owner penerusnya.

4. Investor

Kalau anda pernah ikutan dalam bisnis MLM yang terkenal dengan skema piramida yang menjanjikan cepat kaya, atau melihat iklan PPC lokal yang bertebaran di internet, yang bombandirnya sangat luar biasa mengkampanyekan bisnis cepat kaya dari internet, mengiming-imingi testimoni orang yang sukses dan sudah mencapai tingkat kebebasan secara finansial tinggi, bisa berlibur kapan dan kemana aja disaat orang lain pada sibuk-sibuknya kerja, maka itulah ciri pekerja atau orang yang sudah mencapai tingkatan tertinggi Investor.

Ibarat punya mesin uang, pada tingkat Investor, orang yang sudah mencapai strata ini tidak perlu bekerja lagi karena dia dengan uangnya, uangnya sudah bisa mencari uang sendiri tanpa perlu bersusah-susah mikir bisnis apalagi memikirkan pusingnya menjalankan usaha. Dan tentu hartanya jangan dibayangkan berapa besarnya, yang jelas tidak akan habis dimakan tujuh turunan. He... He...

Sedikit flashback, salah satu penyebab krisis ekonomi yang melanda dunia saat ini adalah dimulai dari banyaknya orang dengan tingkatan Investor ini, yang bingung karena saking banyak duitnya mau menginvestasikan kemana lagi uangnya. Maka ketemulah dengan Bernard Lawrence Madoff yang biasa dipanggil Bernie, menghubungkan orang dengan strata Investor ini, yang kebanyakan dari ras Yahudi, satu ras dengan Bernie, mempertemukannya dengan kapitalisme bisnis orang Amerika yang terkenal royal dan gemar main uang derivatifnya. Akhirnya, terjadilah skandal kredit macet Subrime Mortage beberapa waktu yang lalu hingga sekarang finalnya berimbas jadi Krisis Ekonomi yang mendunia.

Oke, dari sini, saya yakin akhirnya anda tentu bisa mengira-ngira sendiri dan menyimpulkan: “ Anda termasuk tipe pekerja yang mana?”

Moga-moga salah satu diantaranya yang baca tulisan saya ini ada seorang Investor yang terinspirasi dengan baca tulisan jelek ini dan berniat menginvestasikan uangnya pada saya sehingga saya tidak perlu capek-capek ngeblog dan pernah tapi sekarang tidak bermimpi suatu saat akan kaya raya seperti umumnya para blogger newbie yang Alasan ngeblog-nya karena adanya motivasi ingin cepat kaya dari internet. Hua….. Ha……Ha…… (Silahkan anda tertawa ngakak bersama saya)

Sumber: Majalah bisnis yang saya lupa namanya. Saya publish ulang dengan bahasa saya sendiri (Bersambung)


Bookmark and Share

2 komentar:

  1. ada satu lagi kategori pekerja yang belum disebutkan dan banyak dari pekerja yang masuk dlam kategori ini, yakni pekerja kontark/outsourching. btw salam kenal ya :-)

    BalasHapus
  2. Thanks kilatista udah tertarik membaca dan mengkomentari posting ini. Salam kenal juga.

    He...He....Ketahuan ini kalau belum dibaca tuntas tulisannya dan hanya baca sekilas, ya?

    Pekerja kontrak, atau istilah lainnya pekerja tetap dalam jangka waktu tertentu, dalam klasifikasi strata pekerja disini, meskipun tidak tetap tapi tetap digolongkan pekerja tetap. Artinya pekerja yang menetap dan terikat atau mengikatkan diri disatu perusahaan tertentu, bukan tetap dalam arti dikontrak selamanya.
    Ini yang membedakan dengan pekerja Freelance, owner dan investor yang tidak terikat seperti itu.

    BalasHapus